'
Bandung, 10/9 (ANTARA) - Budaya saling kirim makanan pada hari Lebaran, ternyata masih melekat dan dipelihata secara turun temurun di Kampung Babakan Desa Bunijaya Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat.

Seperti diceritakan oleh Ny Ade Rusyeti dan suaminya, Asep Hadi, Jumat, setiap memasuki hari Lebaran, masyarakat di Kampung Babakan sengaja memasak makanan khas bernama 'Bolendang' (tumis) dari bahan kentang, bihun, cabe hijau dan daging.

"Kiriman 'Bolendang' menjadi makanan yang ditunggu-tunggu. Setelah terkumpul, tumis itu kemudian dicampurkan, dimasak lagi. Makin lama dan berhari-hari, 'Bolendrang' makin dicari karena rasanya makin lezat," kata Ny. Ade.

Dikatakan dia, kebiasaan saling bertukar makanan 'Bolendrang' telah dilakukan sejak nenek moyang mereka. Dan kebiasaan itu diidentikan dengan setiap datangnya hari raya Idul Fitri.

Sementara suaminya, Asep Hadi mengatakan, dari kebiasaan saling bertukar makanan tersebut dapat diambil makna, untuk mempererat tali silaturahim. "Biasanya masyarakat tidak mengenal miskin atau kaya, semua berusaha untuk bisa mengirim tetangganya makanan 'Bolendrang' ini," jelasnya.
Hanya saja, semakin berkembangnya jaman, budaya atau kebiasaan ini mudai memudar. Saling kirim makanan tersebut, saat ini hanya dilakukan kepada kerabat dan tetangga saja.

"Dulu, satu kampung biasanya ramai saling bertukar 'Bolendrang'. Khasnya mengirim makan ini, dengan menggunakan rantang dari seng. Kalau sekarang lebih praktis, karena ada yang sudah menggunakan dus," kata Asep. ***4***
(T.PSO-226/B/Y008/Y008) 10-09-2010 20:36:39


Editor :

COPYRIGHT © ANTARA 2026