"Jalur Selatan kembali normal sejak pukul 10.30 WIB. KA Lodaya pagi tujuan Solo menjadi KA pertama yang melintas jalur itu, namun di lokasi anjlokan diberlakukan pembatasan kecepatan menjadi lima kilometer perjam," kata Kepala Humas PTKA Daop II Bandung, Bambang Setya Prayotno di Bandung, Kamis.
Jalur Selatan sempat lumpuh sepuluh jam akibat KA Kutojaya jurusan Bandung -Kutoarjo anjlok di antara Stasiun Nagreg dan Stasiun Lebak Jero di perbatasan Kabupaten Bandung dan Garut.
KA Ekonomi jurusan Kutoarjo yang diberangkatkan dari Stasiun Kiaracondong Kota Bandung pukul 21.00 WIB, Rabu, itu ajnlok 10-as dan kereta itu tersender di tebing yang berada di sisi kanan rel.
Proses evakuasi dan mengangkat kereta yang anjlok tersebut megalami kesulitan karena cuaca buruk. Selain jumlah as yang anjlok cukup banyak juga hujan deras mengguyur proses evakuasi yang dilakukan pada malam hari tadi.
Lokasi anjlokan berada di sebuah kelokan di Km195+6/7 dengan posisi agak menanjak. Lokasi tersebut masuk kawasan rawan karena belokannya cukup memutar.
PTKA yang mengerahkan Regu Terbang berikut Alat Material Untuk Siaga (AMUS) dari Depo Bandung. Selain itu juga melakukan perbaikan bantalan rel yang patah akibat terlintas roda KA yang anjlok.
"Tidak ada pergantian rel. Pergantian hanya dilakukan untuk bantalan rel yang terbuat dari beton," kata Bambang.
Pembatasan kecepatan KA di lokasi kejadian menjadi lima kilometer per jam diberlakukan demi keamanan pasca perbaikan bantalan rel. Selain itu PTKA juga menempatkan Posko dan rambu peringatan melintasi lokasi, petugas pemandu stand bye di lokasi itu.
"Dalam beberapa hari ke depan masih dilakukan proses pengerasan untuk memaksimalkan jalur, setelah normal kecepatan dikembalikan ke kecepatan normal di lokasi itu," kata Bambang.
Akibat anjlok KA di KM195 tersebut, jalur Selatan lumpuh selama sepuluh jam lebih. Sejumlah KA dari jurusan timur terpaksa dioperasikan melalui jalur Utara seperti KA Mutiara Selatan, Turangga, Lodaya Malam.
Sedangkan KA yang dioperasikan melingkar ke jalur utara dari Bandung adalah KA Argo Wilis tujuan Bandung - Surabaya. Sedangkan KA Pasundan yang berangkat dari Bandung pukul 07.00 WIB, Kamis, dipindahkan dari Stasiun Cicalengka ke Stasiun Leles untuk selanjutnya menggunakan KA Pasundan yang tertahan di Leles.
Sebelumnya penumpang KA Serayu Jakarta - Kroya juga dipindahkan dengan menggunakan bus.
"Proses pemindahan terakhir pada penumpang KA Pasundan, sedangkan perjalanan KA Kamis petang ini sudah normal," kata Bambang.
Sedangkan pengalihan beberapa perjalanan KA melewati jalur Utara, kata Bambang mengakibatkan keterlambatan waktu tempuh sekitar dua jam dari waktu normal.
Sementara itu Vice President Communication PTKA, Sugeng Priyono menyebutkan pihaknya menurunkan tim internal untuk menyelidiki kecelakaan anjlok KA Kutojaya itu. PTKA belum bisa memastikan penyebab anjlokan KA ekonomi jarak menengah itu.
"Kami masih menunggu hasil penyelidikan di lapangan, fokus pertama normalisasi jalur berhasil dilakukan, selanjutnya penyelidikan itu termasuk mengecek kereta yang anjlok itu," kata Sugeng.
Ia menyebutkan, pihaknya tidak bisa langsung menyimpulkan penyebba kejadian di lapangan karena wewenang KNKT setelah terlebih dahulu melakukan pendalaman dan kajian yang baku.***3***
Syarif A
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.