"Tinggal menunggu pelimpahan dari Pemprov, untuk merealisasikan kampus baru ITB disana, yang pasti kami sudah memiliki 'grand design' pengembangan kampus tersebut selanjutnya," kata Rektor ITB Prof Akhmaloka Phd, di Sabuga Bandung, Selasa.
Ia menegaskan, kampus ITB di Jatinangor akan diwujudkan sebagai "natural atau agriculture park", dengan prinsip perguruan tinggi yang dekat dengan alam atau kegiatan sosiokultur masyarakat.
Lebih lanjut dirincinya, karena basis ITB adalah sains dan Teknologi, maka besar kemungkinan akan dibuka fakultas dan jurusan baru diluar disiplin ilmu tersebut, namun benang merahnya masih mengacu pada sains sebagai cirikhas ITB
"Kemungkinan akan dibuka jurusan baru seperti ekonomi, pertanian, tapi akan coba kita padukan menjadi sains ekonomi atau agro teknologi, sehingga ruh ITB sebagai sekolah Iptek masih ada," tambahnya.
Akhmaloka juga menyebutkan, masih banyak kemungkinan yang akan diterapkan pada kampus ITB Jatinangor ini. Wacananya, apakah mahasiswa eksisting akan tetap bertahan di Ganesha atau kemungkinan juga dialihkan ke lokasi baru, berikut mahasiswa yang baru masuk.
"Kami masih menunggu kewenangan sepenuhnya, sehingga dapat diputuskan opsi manakah yang selayaknya diterapkan untuk kampus ITB Jatinangor, "paparnya.
Di lain pihak, Ketua Wali Amanah ITB, Yani Panigoro juga menambahkan, pembukaan kampus baru ITB ini masih memiliki waktu yang cukup panjang untuk berbenah dan mempersiapkan grand design yang benar benar matang.
"Kami diberikan waktu hingga 2013 untuk memanfaatkannya sebagai masa transisi. Sejauh ini kordinasi antara pihak pemrov Jabar dan ITB berjalan baik, tinggal menunggu momen yang resmi kami umumkan," jelas Yani.
"Masih banyak yang harus kami persiapkan secara matang, seperti renovasi, sumber daya manusia serta kordinasi dengan beberapa pihak terkait. Tim eksekutif ITB akan segera mengumumkan perihal kesiapan lokasi eks unwim tersebut.***3***
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.