Ngamprah, 30/7 (ANTARA) - DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) dibekali anggaran Rp3 miliar untuk bisa menghadilkan 25 Perda dan pada Juli baru menghasilkan 5 Perda dan 4 Keputusan.

Menurut Sekretaris DPRD KBB Maman S Sunjaya, modal anggaran rapat sebesar Rp3 miliar itu lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp19,8 miliar saja.

Menurunnya anggaran dewan, karena pada tahun 2009 sisa lebih perhitungan anggarannya (Silpa) mencapai hampir Rp5 miliar.

"Anggaran tersebut tidak hanya sebatas untuk rapat pansus, rapat peraturan daerah, tatib, tapi juga keputusan lain seperti pembahasan rencana anggaran pendapatan belanja daerah (RAPBD), laporan keterangan pertangungjawaban (LKPJ), kebijakan umum anggaran/prioritas dan plafon anggaran sementara (KUA/PPAS),"kata Maman.

Dijelaskan Maman, rincian dana sebesar itu diperuntukkan untuk membayar sewa gedung, makan dan tidur di hotel. Ditegaskan Maman, dana yang dianggarkan untuk rapat DPRD KBB ini masih terbilang kecil jika dibandingkan daerah lainnya.

"Berdasarkan pagu anggaran untuk kamar hotel unsur pimpinan sebesar Rp600.000/orang. Sedangkan bagi anggota dewan biasa, pagu anggarannya sebesar Rp500.000/dua orang anggota dewan," ujarnya.

Menurut Maman, banyaknya agenda dan kebutuhan yang diperlukan untuk mendanai kegiatan DPRD KBB tidak akan mampu dipenuhi anggaran yang telah ada. Oleh karenanya, perlu dilakukan sebuah efisiensi.

Sementara itu, Ketua DPRD Kab. Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna mengatakan, jika dihitung dalam satu tahun bisa menggelar rapat sampai 120 hari.Setiap bulannya anggota dewan bisa menghabiskan waktu 10 hari untuk rapat.

"Lamanya pembahasan tidak sama. Yang paling menyita banyak waktu adalah rapat pembahasan RAPBD," ungkap Umbara.

Ditegaskannya, anggota dewan KBB memang terbilang memiliki jadwal yang padat. Hal itu lantaran untuk memenuhi keraguan masyarakat yang menginginkan agar KBB memiliki aturan tersendiri. Pasalnya, hingga saat maish ada sejumlah aturan yang merupakan warisan kabupaten induk yakni Kabupaten Bandung.
"Saya kira sangat beralasan sekali jika dewan memiliki agenda rapat yang sangat padat dibanding daerah lain. Itu karena Kabupaten Bandung Barat membutuhkan aturan baru. Disamping itu anggarannya lebih kecil dibanding daerah lainnya," katanya.***1***


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026