Cirebon, 21/7 (ANTARA) - Angka kelahiran dari ibu pasangan usia subur di Kota Cirebon, Jawa Barat, tergolong rendah atau dibawah nasional dibuktikan dengan "total fertility ratio(TFR)" hanya 1,7 sedangkan nasional sekitar 2,7.

"Angka TFR atau rata-rata kemampuan seorang ibu pasaran usia subur (PUS) mempunyai anak di kota Cirebon masih bertahan pada posisi 1,7 yang berarti tingkat kelahiran rendah," kata Kabid KB/KES Badan Pembinaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan KB Kota Cirebon Drs. Deni Hernadi kepada wartawan di Cirebon, Rabu.

Ia mengatakan, berdasarkan angka TFR tersebut berarti juga bahwa rata-rata seorang ibu hanya mempunyai anak antara satu dan dua orang.

Dikatakannya, kegiatan KB di Kota Cirebon terus digalakkan antara lain dengan bekerjasama dengan TNI dalam bentuk Bakti KB Kesehatan Terpadu yang berlansung sejak Mei hingga Oktober 2010 berupa pelayanan gratis bagi keluarga miskin.

Sasaran hendak dicapai yakni 5000 PUS dalam priode MEi-Oktober. Posisi Juni 2010 sudah tercapai 3398 aseptor, katanya.

Kemudian kerjasama dengan ikatn bidan Indonesia (IBI) berupa pelayanan KB setiap Jumat bagi bidan praktek.

Khusus kerjasama dengan bidan tersebut juga melayani masyarakat miskin. Sebanyak 60 bidan praktek di Cirebon secara bergiliran mendapat jatah melayani masyarakat miskin secara gratis, katanya.

Selain itu, dilakukan pelayan gratis di Puskesmas bagi masyarakat bagi masyarakat memiliki kartu kesehatan masyarakat miskin.

Ia menyinggung tentang KB mandiri di Kota Cirebon yang kini sudah mencapai 48,48 persen, sedangkan provinsi Jabar masih sekitar 45 persen.

PUS di kota itu pada Juni 2010 tercatat 45.428 dan yang ikut KB sebanyak 34.514.

Peserta KB tesebut sebanyak 17.829 PUS peserta KB melalui jalur pemerintah, sedangkan 16.685 jalur swasta atau dikenal dengan KB mandiri.

Dikatakannya, kegiatan KB sebenarnya cukup banyak. Hanya saja, kini tampak berjalan sendiri-sendiri antara KB pusat, KB propinsi dan KB Kabupaten/Kota, sehingga kesan gaungnya kurang. ***3***


Yasad A


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026