"Kami temukan tabung gas palsu dan rusak. Kami akan tindaklanjuti dengan cara mengundang berbagai pihak untuk menjelaskan hal tersebut," kata Dian Nurhayati, Ketua Komisi II DPRD Cianjur, Jumat.
Pemanggilan tersebut sebagai upaya antisifasi terjadinya hal yang tidak diinginkan. Sebab kata dia, tabung gas menyangkut keselamatan konsumen.
Jika tabung gas palsu dan rusak, maka kemungkinan besar terjadi insiden yang membahayakan keselamatan pemakainya.
Pihak eksekutif harus bisa memperketat pengawasan terhadap perusahaan SPBE yang ada di Cianjur, katanya.
Alasannya, perusahaan itu setiap hari menyalurkan tabung gas ke masyarakat di Cianjur.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pemkab Cianjur Tuti Mulyaningsih, mengatakan, setelah melakukan Sidak ditemukan ada tabung gas palsu.
Pihaknya sudah mengmbil contoh dan meminta agar penanggung jawab SPBE membuat berita acara.
"Kami juga meminta tabung yang tidak memiliki logo SNI, untuk tidak diedarkan terlebih dahulu. Sebab, bisa membahayakan bagi para penggunannya," ucap Tuti.
Sementara penanggung jawab SPBE PT Chunur Company, Arman, mengaku belum mengetahui jumlah tabung yang tidak memakai logo SNI.
Sebab, tabung yang tidak memakai logo SNI berada ditumpukan tabung yang belum digunakan. Dia mengaku tabung gas tersebut kiriman dari Pertamina.
"Tabung gas ini kiriman dari Pertamina, pagu semuanya mencapai 1.521 tabung volume tiga kilogram. Nanti kami akan mensortir dulu, yang tidak ada logo SNI akan kami pisahkan," tuturnya singkat.***3***
(U.K-FKR/C/Y003/Y003) 16-07-2010 13:45:51
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.