Bandung, 15/7 (ANTARA)- Terletak di antara kampus barat dan kampus timur, di PIK Institut Teknologi Bandung (ITB) akan segera dibangun E-Museum, yang didedikasikan sebagai gerbang pertama informasi pengetahuan ITB.
Seperti pusat "education touring information" pendidikan di luar negeri, E-museum rencananya akan dapat dinikmati secara gratis oleh mahasiswa, maupun masyarakat umum yang berkunjung ke ITB, mulai 3 Agustus mendatang, kata Marlia selaku, Direktur Humas dan Alumni ITB yang ditemui di gedung ITB Bandung, Kamis.

Dia mengungkapkan, gagasan yang diusung dalam pembangunan E-Museum ini tidak terlepas dari visi ITB, yaitu menjadi garda depan pendidikan tinggi yang mendukung semua bidang keilmuan yaitu seni, ilmu pengetahuan dan teknologi, juga kemasyarakatan yang kelak akan mengantarkan masyarakat Indonesia sebagai bangsa dengan peradaban tinggi.

Dokumen-dokumen yang ada di E-Museum adalah dokumen biasa yang telah diubah menjadi dokumen digital. Demikian pula artefak-artefak yang ada, akan diminiaturkan sebagai contoh dari artefak aslinya bersama dengan keterangan peneliti yang menemukannya.

Dari segi desainnya, pihak ITB mempercayakannya pada Agus Karya selaku alumni ITB yang juga dikenal sebagai perancang Arsip Nasional Jakarta. Gaya rancangan teknologi tinggi turut mengukir E-Museum terdiri dari ruang pamer karya inovatif, baik dari dosen, alumni, ataupun mahasiswa ITB, ditambah ruang teater dan sebuah ruangan kecil dengan desain seperti bioskop, yang nanti difungsikan sebagai tempat menayangkan film atau dokumentasi gambar lain tentang kegiatan yang berlangsung di ITB.

Sehubungan dengan era globalisasi, Marlia mengungkapkan harapannya pada E-Museum agar dapat membangun pencerdasan publik, juga membangun citra Indonesia dimata dunia internasional lewat informasi kampus. ***5***


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026