Menurut Kabag Humas PDAM Tirtaraharja Dadang Supriyadi di Cimahi, Kamis, sampai saat ini pihaknya tidak akan berniat untuk menaikkan tarif bagi puluhan ribu pelanggannya.
"Kenaikan TDL memang berdampak. Tapi biaya listrik pengaruhnya tidak besar, hanya 12 persen saja dari biaya operasional sehingga, kami tidak akan segera latah untuk menaikan harga air minum," kata Dadang.
Dijelaskan dia, bagi PDAM kenaikan tarif untuk pelanggan baru akan dilakukan kemungkinan pada tahun 2012, karena dalam aturan yang ada, PDAM baru akan menaikkan tarifnya setiap empat tahun sekali. Dan terakhir PDAM menaikkan tarif pada tahun 2009.
"Meskipun PDAM setiap bulannya mempunyai beban biaya listrik sebesar Rp170 juta. Namun, tarif air Rp3.800 per meter kubik untuk pelanggan tidak akan berubah," tandasnya.
Menurut Dadang, jumlah pelanggannya di Kota Cimahi saat ini sebanyak 14.902, Kabupaten Bandung 31.800 dan Bandung Barat sebanyak 8.664 dipastikan pula tidak akan mendapatkan pengurangan pelayanan terbaiknya. Kualitas pelayanan PDAM Tirtaraharja saat ini telah memenuhi layanan 24 jam. Dan hanya beberapa daerah saja yang masih mendapatkan pelayanan 21 jam.
"Distribusi air ke pelanggan kita menggunakan sistem gravitasi. Jadi tidak banyak menggunakan listrik. Sebelumnya, pada kenaikan tarif 2009 besarannya hanya 30 persen. Kenaikan diperlukan untuk meningkatkan pelayan dan menyesuaikan tingkat inflasi dan berbagai kebutuhan lainnya," paparnya.
Biaya operasional dan pemeliharan serta yang berhubungan dengan listrik bisa diantisipasi dengan seefektif mungkin. Posisi keuangan PDAM Tirtaraharja, saat ini masih surplus, ujar dia. ***2***
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.