Dia mengatakan, peristiwa itu mengakibatkan sebanyak 12 unit CPU dan delapan unit monitor komputer berharga puluhan juta rupiah dibawa kabur maling.
Ia menuturkan, peristiwa pencurian pertamakali diketahui, Rabu pagi. Dimana penjaga sekolah mendapati pintu ruang lab komputer terbuka dan sebagian isi ruangan sudah tidak ada di tempatnya.
Penjaga sekolah langsung melaporkan hal tersebut ke salah seorang guru yang baru datang. Amir Saefuloh guru tersebut, sempat terkejut dan langsung melihat ke lokasi di lantai atas.
"Sebagian besar CPU dibawa, berikut delapan monitor yang ada di dalam lab. Pelaku merusak teralis dan pintu masuk," katanya.
Mendapati hal tersebut, Amir melaporkan hal tersebut ke kepala sekolah dan selanjutnya ke Mapolsek Ciranjang.
"Pelaku diperkirakan tiga orang, masuk melalui pintu depan dan mengeluarkan CPU melalui jendela. Malam itu ada warga yang sempat melihat mobil bak terbuka parkir dekat sekolah," tandasnya.
Sementara itu, petugas yang mendapatkan laporan langsung meluncur ke TKP dan melakukan olah TKP. Polres Cianjur yang mendapatkan laporan yang sama, menurunkan dua anjing pelacak.
Hingga siang menjelang dua anjing pelacak masih melakukan tugasnya mengendus jejak pelaku yang banyak tertinggal di ruangan lab tersebut.
"Tanda-tanda pelaku masuk melalui pintu depan dan keluar melalui jendela. Jumlah pelaku diperkirakan lebih dari tiga orang. Saat ini kami melakukan penyidikan," kata salah seorang petugas Polres Cianjur.***3***
Fikri
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.