Indramayu, 15/6 (ANTARA) - Harga cabai merah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terus bergerak naik hingga sekitar 50 persen dalam sepekan terakhir.

Naiknya harga cabai merah pada sejumlah pasar tradisional di Indramayu akibat pasokan dari agen berkurang, sementara permintaan relatif meningkat.

"Saya perkirakan harga cabai merah akan meningkat kembali bila hasil panen tidak maksimal," kata H. Kurnia, pedagang kebutuhan pokok di Indramayu, Selasa.

Ia mengatakan pada awal minggu pertama dan kedua bulan Juni harga cabai merah besar semula Rp23 ribu per kilogram menjadi Rp34 ribu/kg. Khusus cabai hijau dari Rp9.000,00/kg menjadi Rp18.500,00/kg.

"Hampir satu pekan harga cabai terus naik, terutama cabai merah keriting eceran tembus Rp35 ribu/kg hingga Rp36 ribu/kg, sedangkan untuk harga glosir Rp32 ribu/kg. Kenaikan terjadi akibat pasokan berkurang, sementara permintaan mengalami peningkatan," katanya.

Dikatakannya selain cabai, harga bawang merah, tomat, dan kentang juga bergerak naik. Bawang merah yang biasanya Rp7.500,00/kg sekarang mencapai Rp13 ribu/kg; kentang dari Rp4.000,00 naik menjadi Rp5.500,00/kg; dan harga tomat semula Rp4.500,00 naik menjadi Rp8.500,00/kg.

Pedagang lain di Pasar Indramayu Kota, Suanrto(35), menuturkan naiknya harga cabai karena pasokan kurang.

Ia mengaku hanya mendapatkan kurang dari 30 kilogram per hari, biasanya hampir 50 kilogram per hari. Dengan demikian, setiap hari kekurangan cabai merah tersebut.

Menurut dia, sebulan yang lalu harga masih normal karena pasokan aman. Sebenarnya dengan kenaikan harga itu sangat memberatkan pedagang
makanan seperti warung nasi. Karena itu, dia berharap harga segera turun kembali.

"Naiknya sejumlah kebutuhan pokok dikeluhkan sebagian masyarakat Indramayu yang berpenghasilan rendah karena semakin berat beban
hidup yang mereka tangggung," katanya. ***2***

Enjang S


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026