Kereta Api Malabar diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan dan dilepas oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar, baru berangkat dari Stasiun Bandung pukul 15.50 WIB.
Pelepasan KA sama juga dilakukan dari Stasiun Malang. KA Malabar yang memiliki tiga kelas, yakni eksekutif, bisnis dan ekonomi plus itu memiliki jadwal dari stasiun pemberangkatan pukul 15.30 WIB.
Hadir pula pada peresmian KA itu Dirjen Perkeretaapian Tandjung Indrawan dan Dirut PTKA Ignasius Jonan.
Sekitar seribu orang dari keluarga besar PTKA dan warga Bandung menyaksikan acara peresmian dan pelepasan perjalanan perdana KA Bandung - Malang itu, termasuk artis Dedi Petet yang menjadi Duta Kereta Api.
Sesuai jadwal perjalanannya, KA Malabar yang menempuh 779 kilometer ini dijadwalkan tiba di Stasiun Malang pukul 08.11 WIB atau ditempuh dalam waktu 16 jam.
KA Malabar akan singgah di beberapa stasiun, yakni Stasiun Kiaracondong, Cipeundeuy, Tasikmalaya, Banjar, Gombong, Kebumen, Kutowinangun, Kutoarjo, Wates, Yogtakarta, Klaten, Solobalapan, Paron, Madiun, Nganjuk, Kertosono, Kediri, Tulungagung, Bliar, Kepanjen dan Malang.
Sedangkan KA Malabar dari Malang dijadwalkan tiba di Stasiun Bandung pada pukul 08.37 WIB.
"KA Malabar merupakan perwujudan dari aspirasi masyarakat yang menginginkan jalur Bandung - Malang. Masyarakat tinggal memilih naik kelas eksekutif, bisnis maupun ekonomi," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar.
Pada kesempatan itu, Menteri BUMN mengapresiasi PTKA yang telah berusaha maksimal meningkatkan tingkat keselamatan perjalanan, memaksimalkan pengoperasian sarana serta meningkatkan pelayanan kepada para pengguna KA.
Pada kesempatan itu, Manteri BUMN juga meminta agar PTKA mengkaji pengoperasian KA-KA di jalur yang merugi dan memindahkan jalur ke jalur potensial.
Terkait operasional KA Malabar, tercatat merupakan Kereta api pertama yang menggandeng tiga kelas dalam rangkaiannya menempuh perjalanan selama 16 jam melalui jalur selatan dengan jadwal perjalanan malam hari.
"Meski ada kelas ekonominya, KA ini terjaga dan tidak ada pedagang asongan naik ke atas kereta, tenaga keamanannya cukup," kata Direktur Utama PTKA Ignasius Jonan.
Pelayanan tiket KA Malabar dapat dilayani secara "online" untuk semua kelas termasuk kelas ekonomi plus.
Pemesanan tiket bisa dilakukan 30 hari sebelum pemberangkatan melalui stasiun, agen tiket KA, kantor pos, termasuk menggunakan ATM Mandiri, BRI dan BII.
Dalam pengoperasian perdananya, PTKA memberlakukan tarif diskon 30 April hingga 15 Juni yakni kereta eksekutif Rp200 ribu, bisnis Rp130 ribu, ekonomi plus Rp80 ribu. Sedangkan tarif minimun eksekutif Rp160 ribu, bisnis Rp110 ribu dan kelas ekonomi Rp60 ribu.
Sementara itu Gubernur Jawa Barat menyambut baik pengoperasian KA Malabar Bandung - Malang yang diharapkan lebih menggairahkan bisnis PTKA sekaligus meningkatkan pelayanan bagi masyarakat Jawa Barat.
"KA Malabar diharapkan mengakumulasi keinginan warga Jabar untuk mendapatkan pelayanan KA Bandung - Malang. Bila perlu saya usulkan namanya jadi KA Malabar Geulis," kata Heryawan.
Penambahan nama Geulis itu untuk "menyeragamkan" nama KA di Jawa Barat. Sebelumnya Gubernur menamai KA Baraya Geulis (KRDE Bandung Raya), Rencang Geulis (Cibatu - Purwakarta) dan Bumi Geulis Bogor - Sukabumi.
Syarif A
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.