Bandung, 26/4 (ANTARA) - Institut Teknologi Bandung (ITB) meluncurkan kendaraan hemat energi hasil karya mahasiswanya yang akan diikutsertakan dalam ajang "Shell Eco-marathon:SEM" Asia, Juli 2010 mendatang, di Sepang, Malaysia.

Uji coba tiga kendaraan hemat energi tersebut, dilakukan di jalan menuju Campus Center ITB, Jalan Gaseha Bandung, Senin.

Ketiga kendaraan tersebut, dirancang dan dibangun oleh tiga mahasiswa ITB untuk menjawab tantangan kompetensi yakni menempuh jarak yang ditentukan dengan konsumsi bahan bakar mininal.

Tiga kendaraan itu diberi nama Tim Cikal, Tim Rajawali dan Tim Heave-Exia.

Dua dari tiga kendaraan, yakni tim Heave-Exia dan Tim Rajawali akan berlaga dikategori Futuristic Protoype sementara Tim Cikal akan berlaga dikategori Urban Concept SEM Asia 2010 di Sepang, Malaysia.

Leader Tim Cikal, Teuku Naraski Zahari, mengatakan, mobil yang ia rancang merupakan konsep mobil hemat bahan bakar, aerodinamis dan ringan dengan rangka utama dari alumunium dan body dari carbon fober.

"Kami membuat sebuah kendaraan dengan desain bergaya modern, sesuai dengan kehidupan perkotaan saat ini yang serba praktis tapi tetap detail.

Mobil karyanya tersebut, kata Teuku Naraski, memiliki panjang 2,5 meter, lebar 1,2 meter dan tinggi 1,2 meter dan menggunakan bahan bakar jenis bensin dengan oktan 95 (gasoline 95).

Menurutnya, jika mobil rancanganya tersebut keluar sebagai jawara di ajang SEM Asia 2010, bukan tidak mungkin akan diproduksi massal.

"Kalau ada yang mau menanamkam modal, kenapa ngak di produksi secara massal. Insya Allah niat itu ada kok," ujar Teuku Naraski yang tercatat sebagai mahasiswa jurusan Teknik Elekto ITB angkatan 2006.

Sementara itu, Tim Heave-Exia merancang sebuah kendaraan Futuristic Prototype dengan konsep kendaraan prototip tiga roda dengan satu penumpang.

Leader Tim Heave-Exia, Elingselastri, mengatakan, kendaraan yang dirancangnya itu didesain dengan bentuk aerodinamis dan menggunakan struktur ringan dan menggunakan bahan bensin dengan oktan 95 (gasoline 95).

"Untuk mesinnya sendiri kita menggunakan mesin Kanzen 80 cc yang kita modifikasi dengan dimensi panjangnya 3 meter, lebar 0,8 meter dan tinggi 0,8 meter," ujar Elingselastri.

Sedangkan kendaraan terakhir ialah rancangan Tim Rajawali yang membuat kendaraan dengan menggunakan mesin 35 cc dan berbahan bakar bensin dengan oktan 95.

Leader Tim Rajawali, Ananta Bagas R, mengatakan, bentuk kendaraan yang ia rancang terinspirasi dari dari bentuk tetesan air yang aerodinamis.

"Dimensinya memiliki panjang 2,7 meter, lebar 0,75 meter dan tinggi 0,75 meter dan struktur bodi kendaraanya 'full carbon fibre' serta menggunakan satu transmisi gigi," kata Ananta.

Ajat S


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026