Bandung, 23/4 (ANTARA) - Tim Kesenian dari Republik Ceko akan memeriahkan kegiatan ASEAN Plus Art and Culture Festival (APAC) 2010 yang akan digelar di Teater Terbuka Taman Budaya Jawa Barat di kawasan Dago Kota Bandung, Sabtu (24/4) hingga Minggu (25/4).

Kegiatan festival itu juga diikuti oleh peserta dari beberapa negara ASEAN, plus Cina, Korea, dan Jepang yang juga akan menampilkan tim kesenian khas negara masing-masing.

"Kegiatan ini mencoba menggali potensi seni budaya lokal yang khas untuk menjadi kekuatan sehingga menjadi industri yang menarik sekaligus menjadi kekuatan di pasar bebas," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, H Herdiwan Iing Suranta, di Bandung, Jumat.

Pembukaan APAC 2010 akan dilakukan di Taman Budaya Jawa Barat oleh Gubernur Jawa Barat, H Ahmad Heryawan, pada Sabtu (24/4), sekaligus menandai penyelenggaran festival yang dirangkai dengan kegiatan pameran seni budaya dan kuliner itu.

Sebelumnya, arak-arakan dan Tari Buncis akan menjadi pembuka kegiatan seni budaya bertarap internasional itu, disamping aktraksi Angklung Orkestra.

Penampilan Tim Kesenian Ceko merupakan bagian dari acara pembukaan festival yang baru pertama kali digelar di Jawa Barat itu. Selain itu akan tampil juga Tim Kesenian China yang akan menampilkan "Liong Quing" sertaq Tari Topeng dari Idramayu.

Sedangkan gelaran seni buaya akan dipentaskan pada Minggu (25/4) di Teater Tertutup Unpad Bandung yakni gelaran tari topeng dan rampak gendang yang diikuti tim China dan Korea. Serta pergelaran tari dari STSI Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Pasundan (Unpas) dan Universitas Islam Bandung (Unisba).

Kemudian dari Politeknik Bandung, ITB, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) serta beberapa perguruan tinggi lainnya.

Kegiatan APAC 2010 juga akan dilanjutkan dengan Konvensi Adat Nusantara, Senin (26/4) yang akan membahas peranan ASEAN dalam pergumulan sejarah dan kebudayaan di Nusantara. Bebepa nara sumber yang akan mengupas tuntas tema kebudayaan Nusantara itu antara lain Prof Dr Kusnaka, Raja Tengku Putri Anis.

Selain itu juga akan dibahas rencana aksi adat Nusantara dalam perspektif HAM dengan pembicara dari Komnas HAM, legitimasi adat nusantara dalam UU NKRI dengan narasumber dari Mahkamah Konstitusi.

Sedangkan Seminar Internasonal Seni Budaya akan menutup kegiatan itu, yakni dengan bahasan antara lain ASEAN dalam perjalanan sejarah Nusantara Jaya dan perspektif keselaran budaya melalui topeng dan gendang dari berbagai Negara ASEAN serta tema pembangunan kemitraan ekonomi ASEAN dan peluang pengembangan industri kreatif di kawasan ASEAN.

Tema lainnya adalah menumbuh kembangkan lokal wisatawan domestik sebabagai bagian dari potensi keunggulan kultur bangsa-bangsa ASEAN.

Para pembicara antara lain Datuk Prof Abdul Latiffbubakar (Malaysia) , Raja Tengku Putri Sabana (Malaysia), Putri Aizian Utto Cunto (Kesultanan Buayan Filipina). Kemudian Djauhari Oratmangun (Dirjen Kerjasama ASEAN), Mr, Xue Xianlin (Director of International Affairs Hebei Normal, Mizan Alla de Neve serta Irmawan Emir (Direktur Kerjasama Fungsi ASEAN).

"Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggal kebangkitan local wisdom bangsa-bangsa ASEAN dalam menghadapi tantangan global," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jabar itu menambahkan.



(U.S033/B/M012/M012) 23-04-2010 19:44:21


Editor :

COPYRIGHT © ANTARA 2026