Gerakan Sejuta Buku untuk Anak Indonesia (SeBuAI) Kota Bekasi butuh dukungan dan kepedulian dari warga setempat dalam memberikan buku-buku bermutu serta dana dalam pendistribusiannya.

Ketua SeBuAI Kota Bekasi Adyanti Rahmarina, di Bekasi, Rabu, mengatakan, peran serta masyarakat masih minim padahal mereka memiliki buku-buku yang tidak lagi dimanfaatkan dan dibiarkan begitu saja dalam rak.

"Kalau disumbangkan jelas memberikan manfaat bagi anak-anak utamanya yang berasal dari warga kurang mampu dan anak jalanan. Bila dibiarkan buku lama kelamaan akan usang dan dimakan rayap," ujarnya.

Pihaknya telah melaksanakan aksi simpatik mengumpulkan buku-buku dari warga yang berkeinginan menyumbangkan buku sekaligus sosialisasi adanya gerakan tersebut.

Dalam aksi simpatik berhasil dikumpulkan seratusan buku dan jumlahnya masih jauh dari yang diharapkan. "KIta maklumi karena sosialisasinya juga belum optimal," ujarnya.

Kini SeBuAI memiliki sukarelawan sebanyak 12 orang dan kontributor 15 orang di Kota Bekasi. Mereka inilah yang bertugas menyosialisasikan serta mendukung gerakan simpatik yang akan digelar dibeberapa titik.

Untuk lebih mengenalkan program tersebut, juga telah disosialisasikan melalui internet dan pembuatan selebaran tentang maksud dan tujuan gerakan itu.

Pengurus menurut Adyanti, telah mendistribusikan buku di lokasi banjir Muara Gembong Kab. Bekasi, pembuatan perpustakaan dibelakang Pasar Proyek Kota Bekasi serta membuka perpustakaan di Gedong Joeang 45.

Seorang anak jalanan yang tinggal dibelakang Pasar Proyek Kota Bekasi, Dian (12), mengatakan senang bisa membaca buku setiap hari setelah adanya perpustaaan sederhana di dekat tempat tinggalnya.

"Membacanya gratis lagi. Kita juga bisa dapat ilmu pengetahuan serta wawasan jadi bertambah," ujar pengamen anak itu.

Ia juga menyatakan siap menjadi relawan dalam mengumpulkan buku-buku dalam aksi simpatik. *

Maswandi


Editor :

COPYRIGHT © ANTARA 2026