"Selama satu minggu ini suhu udara di wilayah Bogor khususnya Kota Bogor cukup tinggi, di atas normal yakni sebesar 33, 5 derajat Celcius," kata staf analisa Stasiun Klimatologi Darmaga Agus Theodory di Bogor, Rabu.
Beberapa hari sebelumnya, BMKG Stasiun Klimatologi Darmaga mencatat suhu udara mengalami peningkatan dari suhu normal di wilayah Bogor yaknis 31 derajat Celcius.
Ia merinci, pada tanggal 1 April suhu udara Bogor 32, 88 derajat Celcius, tanggal 2 April suhu meningkat menjadi 33,9 derajat Celcius, tanggal 4 April suhu 33,4 derajat Celcius, tanggal 5 April 33 derajat Celcius, tanggal 6 suhu 33,5 derajat Celcius, dan Rabu ini masih hingga pukul 11.00 WIB turun menjadi 31 derajat Celcius.
Kondisi cuaca panas ini, katanya, disebabkan oleh faktor pemanasan yang disebabkan posisi matahari yang berada di sekitar equator, yakni pada posisi 06 derajat Celcius dari garis equator.
Ia mengatakan, peningkatan suhu sudah terjadi sejak Maret saat matahari berada tepat di equator, dan memasuki bulan April matahari bergerak dari equator dari arah utara menuju Asia.
Menurut dia, dengan posisi matahari yang berada di sekitar garis equator menyebabkan suhu udara menjadi meningkat.
Untuk wilayah Bogor sendiri suhu ini dirasa cukup tinggi karena normalnya suhu udara di Bogor yakni 31 derajat Celcius.
Selain disebabkan oleh faktor matahari yang sedang berada di aquator, kata dia, pesatnya pembangunan dan jumlah kendaraan menyebabkan polusi dan berkurangnya kawasan hijau menjadikan sinar matahari langsung menuju bumi.
Kondisi ini, katanya, sudah terjadi sejak 1997. Berkurangnya kawasan hijau, dan maraknya bangunan menyebabkan Kota Bogor sebagai kota hujan yang harusnya sejuk kini sudah makin berkurang kesejukannya.
"Salah satu penyebabnya karena pemanasan lokal disebabkan berkuranganya lapisan atmosfir karena maraknya pembangunan, sehingga suhu udara meningkat menyebabkan panas di siang hari," kata Agus Theodory.
Kondisi ini, katanya, akan terus berlangsung hingga awal Mei karena akan memasuki musim kemarau. Namun, BMKG juga mencatat bahwa peluang hujan masih ada di wilayah Bogor yang berpotensi terjadi di sore dan malam hari.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai memasuki masa transisi, di mana hujan yang turun akan disertai petir dan angin kencang. *
(T.KR-LR/B/A035)
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.