Aksi ini, menyusul sering terjadinya pengikisan bibir pantai (abrasi) di tempat tersebut.
Kahupmas Pertamina RU VI Balongan, Dariyanto kepada wartawan di Indramayu, Selasa, mengatakan, jumlah bibit mangrove yang ditanam para pelajar SD dan SMA/SMK seluruhnya berjumlah 20 ribu batang.
Sebanyak 10 ribu batang mangrove ditanam di pantai yang ada di wilayah Kec.Juntinyuat. Lima ribu batang ditanam lagi di pantai Desa Karang Song dan 5 ribu batang lainnya ditanam di pantai Desa Brondong, Kec. Pasekan.
Dikatakannya,adanya gerakan penanaman mangrove ini banyak hikmahnya. Salah satunya adalah untuk mengurangi abrasi pantai di sejumlah bibir pantai yang ada di Kabupaten Indramayu. Dan satu hal lagi, yaitu mendidik para pelajar untuk gemar menanam.
Sementara itu, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kab.Indramayu, Ir. Aep Surahman, menuturkan, program penananam mangrove yang dilakukan oleh para pelajar bekerja sama dengan PT. Pertamina RU VI Balongan adalah dalam rangka menumbuhkan kepedulian kepada para pelajar terhadap pelestarian lingkungan.
Menurut dia, kegiatan itu diharapkan berdampak positif terutama untuk mengatasi terjadinya bencana alam abrasi atau pengikisan bibir pantai oleh ombak laut. Selain itu pelestarian lingkungan yang dilakukan pelajar untuk mengurangi pemanasan global.
Dia menambahkan, panjang pantai yang dimiliki kabupaten Indramayu yaitu 114 Km. Hal ini perlu adanya penanganan yang ekstra karena tidak menutup kemungkinan dengan panjangnya bibir pantai tersebut dapat menimbulkan masalah, terutama terkena abrasi akibat terkikisnya bibir pantai oleh gerusan ombak laut.
Hal ini, katanya, perlu adanya pengawasan yang lebih intensif. Hanya saja, faktor tenaga yang dimiliki pihaknya masih minim.
"Jika kita tidak cermat dalam menata lingkungan, tentunya bencana alam seperti abrasi akan selalu mengancam," tambahnya.
Enjang S
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.