Bekasi, 31/3 (ANTARA) - Jumlah penumpang kereta api dari Stasiun Kota Bekasi, Jawa Barat, meningkat 10 persen per tahun dan saat ini telah mencapai 33 ribu penumpang per hari, kata Kepala Stasiun Kota Bekasi, Eman Sulaeman.

Eman mengatakan di Bekasi, Rabu, kereta api telah menjadi pilihan utama bagi sebagian orang di daerah itu untuk bepergian.

"Menggunakan kereta api perjalanan lebih cepat dan biaya relatif lebih murah. Kita juga terus meningkatkan pelayanan dengan mengupayakan kereta datang dan berangkat tepat waktu," ujarnya.

Dari 33 ribu penumpang yang berangkat dari Stasiun Kota Bekasi, tiga ribu diantaranya untuk tujuan berbagai kota di Jawa.

Setiap hari Stasiun Kota Bekasi memberangkatkan 120 rangkaian kereta api. Untuk KRL setiap rangkaian membawa delapan gerbong dengan kapasitas 200 orang per gerbong, sementara rangkaian kereta api raya rata-rata membawa 10-11 gerbong.

Peningkatan jumlah penumpang itu juga berdampak signifikan pada penghasilan PT Kereta Api, namun Eman enggan menjelaskan penghasilan per bulan secara rinci.

"Per bulan pendapatan dari penjualan karcis dari Stasiun Kota Bekasi mencapai miliaran rupiah," ujarnya.

Untuk mencegah adanya penumpang yang tidak membeli tiket, pihaknya mengetatkan pengawasan mulai dari masuk ke tempat menunggu, di dalam kereta dan saat keluar dari stasiun tujuan.

"Kita akan denda empat kali lipat penumpang yang tidak membeli tiket untuk tujuan dalam kota dengan KRL dan denda dua kali lipat untuk tujuan Pulau Jawa atau dengan kereta api raya," ujarnya.

Di sisi lain Eman mengeluhkan modul persinyalan kereta api yang rawan tersambar petir.

Ia mengatakan beberapa kali peralatan modul persinyalan terkena sambaran petir hingga rusak dan pengaturan kereta terpaksa dilakukan dengan cara manual.

"Kalau sudah datang hujan kita selalu khawatir apalagi disertai petir, sementara peralatan modul tersebut tidak dilengkapi penangkal petir layaknya bangunan tinggi," ujarnya.

Meski demikian, kerusakan modul biasanya tidak sampai mengganggu pengaturan perjalanan kereta api karena petugas sudah mengantisipasinya.

Biasanya petugas segera memperbaiki setelah dilapori kerusakan akibat petir. "Ada kantor petugas perbaikan modul itu di Bekasi dan mereka segera bekerja ketika dilapori adanya kerusakan," ujarnya.

Jalur lintasan kereta api di Kota Bekasi juga rawan pencurian baut dan kabel yang bisa mengakibatkan kecelakaan dan terganggunya pengaturan perjalanan.

Kabel dan baut pernah dicuri yang berakibat sistem sinyal otomatis tak berubah warnanya. Biasanya kalau aman sinyal menampilkan warna hijau, kuning untuk hati-hati dan merah berhenti.

"Kalau kabel dicuri warna sinyal akan selalu merah hingga mengganggu kelancaran kereta api dan dan keselamatan penumpang. Kabel berperan dalam penyambungan arus massa," ujarnya.

Akibat pencurian baut, menurut Eman, lebar spur akan berubah sehingga ketika dilewati kereta akan anjlok.

Baut dan kabel yang dicuri itu kemungkinan dijual kiloan dengan harga relatif murah sementara dampak yang ditimbulkannya adalah kecelakaan yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.

Maswandi


Editor : Teguh Handoko

COPYRIGHT © ANTARA 2026