Selain itu sawah seluas ratusan meter persegi rata tertimbun tanah, menyebabkan tujuh kepala keluarga (KK) mengalami kerugian Rp60 juta akibat areal pertanian mereka rusak berat, sedangkan pemilik rumah yang tertimbun, Ny Tijah kini terpaksa diungsikan ke rumah saudara terdekatnya, ungkap Camat Pamulihan Muhammad Toha, Jumat.
Dia mengatakan, peristiwa yang berlangsung dua hari lalu itu saat ini ditanggulangi dengan upaya gotong royong warga setempat, membersihkan tanah longsoran serta membangun kembali rumah milik Ny Tijah secara berswadaya.
Namun curah hujan yang masih tinggi di kawasan Garut selatan tersebut, selain menjadi kendala kegiatan kerja bhakti juga banyak diantara warga perkampungan kian dihantui tanah longsor susulan, katanya.
Masih di wilayah Kecamatan Pamulihan dan nyaris secara bersamaan juga terjadi kasus kebakaran rumah, akibat hubungan arus pendek listrik di Kampung Tipar RT 03/01, Desa Linggarjati yang mengakibatkan sebuah rumah panggung milik Empud berukuran 43 meter persegi beserta seluruh isinya ludes terbakar.
Saat kejadian pemilik rumah beserta seluruh anggota keluarga tidak berada di rumah. Kerugian akibat musibah itu mencapai Rp40 juta lebih, tak termasuk kerugian akibat terbakarnya dokumen penting berupa akte tanah, izasah dan lainnya.
Saat ini Empud sekeluarga masih diungsikan ke rumah saudara terdekat yang masih berlokasi di perkampungan tersebut, ujar Camat Muhammad Toha.
John DH
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.