Kepala Desa Tanjungkarya, Kecamatan Samarang, Cecep Rukman melalui telefon, Rabu, mengatakan, lumpur disertai aliran air berwarna coklat tua kembali menggenangi perkampungan setelah terlebih dahulu menenggelamkan 75 hektare pertanian.
Menurut dia, aparat desa saat ini masih terus memantau dan menganjurkan masyarakat jangan panik.
Sebanyak 20 kepala keluarga atau sekitar 350 jiwa dari 344 KK pengungsi korban tanah longsor di desa tersebut, menurut dia, minta segera dipindahkan. Sejak 15 Februari mereka menumpang di rumah saudara terdekat.
Rumah mereka porak-poranda setelah diterjerjang lumpur dari bukit terjal Gunung Guntur itu.
Kepala Puskesmas Sukakarya, Nurjaman menyatakan, jajarannya masih terus melaksanakan proses pengobatan keliling keluar masuk perkampungan, terutama pada setiap titik lokasi pengungsian.
John DH
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.