Pasalnya massa menolak keberadaan proyek restaurant dan pembangunan perumahan yang akan dibangun di atas lahan bukit Gembrong seluas 13 hektare itu.
Mereka menilai, proyek pembangunan perumahan tersebut telah melanggar Kepres No 114 Tahun 1999, Tentang Tata Ruang Pengembangan Pembangunan Kawasan Bopuncur Pasal 12 ayat 1.
Serta melanggar Perda No 3 Tahun 2006, Pemkab Cianjur pasal 3 point 2, pasal 4 poin 2, pasal 5 poin 2 dan pasal 13 poin 1 dan 2.
Serta keberadaan proyek tersebut, dinilai pula melanggar visi dan misi Bupati Cianjur Tahun 2007-2011, tentang pembangunan masyarakat yang lebih cerdas, sehat, sejahtera dan berakhlakul karimah.
Selain menolak dengan tegas pembangunan perumahan atau restaurant tersebut, mereka juga mendesak pemerintah daerah (Pemda) Cianjur, segera menghentikan kegiatan.
Bahkan massa meminta proyek pembangunan ditutup, serta segala aktivitas pembangunan perumahan atau restaurant vegetarian tersebut dihentikan saat itu juga.
"Kami mendesak Pemda Cianjur, segera menghentikan dan menutup proyek pembangunan perumahan vegetarian yang disinyalir belum memiliki izin yang lengkap," kata Komando Laskar Islam (KLI) U Majudin.
Menurutnya, dengan adanya pembangunan perumahan tersebut, akan membuat resapan air yang berada di kawasan bukit, menjadi kering dan mengakibatkan terjadinya longsor dan banjir.
Aksi yang sempat mendapat perhatian masyrakat sekitar itu, mendapatkan pengawalan ketat aparat keamanan dari Jajaran Polres Cianjur.
Setelah puas melakukan orasi dan meminta seluruh pekerja untuk menghentikan kegiatan pembangunan, perwakilan pengunjuk rasa sebelum membubarkan diri, memberikan tuntutan ke petugas kepolisian yang ada di lokasi.
"Kami berharap proyek ini tidak dilanjutkan dan fungsi bukit sebagai daeerah resapan air dikembalikan ke semula. Jika tidak kami akan kembali dengan massa yang lebih banyak," teriak massa nyaris bersamaan.
Fikri
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.