Tasikmalaya, 15/2 (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tasikmalaya akan memperpanjang waktu pelayanan pengobatan dari biasanya tutup pukul 11.00 WIB direncanakan ditutup hingga pukul 12.00 WIB.

"Perpanjangan waktu layanan itu karena ada keluhan masyarakat ketika pukul 11 loket langsung tutup meskipun masih ada yang mau daftar," kata Direktur Utama RSUD Tasikmalaya dr. Wasisto, Senin.

Ia menjelaskan, peraturan yang ditetapkan pihak RSUD Tasikmalaya tentang waktu pelayanan yang mulai dibuka pukul 08.00 hingga pukul 11.00 WIB ternyata masih terjadi antrean masyarakat yang daftar berobat.

Kata dia, lonjakan jumlah pasien yang akan berobat melewati pukul 11.00 WIB tentu tidak dapat dilayani karena dua loket yang tersedia saat jadwal yang ditetapkan langsung ditutup.

"Kalau sudah jam 11 itu, loket langsung ditutup, sehingga masyakat memang mengeluhkan hal itu, tapi itu kedisiplinan petugas, makanya kita akan diperpanjang waktunya," katanya.

Ia menjelaskan, penutupan loket sesuai jadwal yang ditetapkan karena diseimbangkan dengan efektifitas waktu pelayanan dokter dalam memeriksa pasien yang berobat.

Kata dia, batas waktu pukul 11.00 WIB tersebut dapat berakhir pelayanan kesehatan hingga pukul 14.00 WIB, sehingga jika petugas loket masih menerima pendaftaran dikhawatirkan akan mengganggu kinerja dokter menjadi kurang maksimal.

"Nanti bisa-bisa dokter yang mengeluh, dan berdampak pada pelayanan pemeriksaan kesehatannya jadi kurang serius," katanya.

Menangani masalah itu, Wasisto merencanakan melakukan koordinasi dengan dokter, karyawan dan perawat dalam masalah perpanjangan waktu pendaftaran dan pelayanan kesehatan selain pelayanan instalasi gawat darurat yang melayani 24 jam.

Kata dia, perpanjangan waktu diberlakukan untuk pelayanan kesehatan dokter umum, jantung, kandungan dan spesialis kesehatan lainnya.

"Secepatnya kami akan melakukan perpanjangan waktu, semua itu dilakukan untuk pelayanan kesehatan kepada masyakat," katanya.

(U.PK-FPM/C/F002/F002) 15-02-2010 15:01:17


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026