Kapolres Ciamis AKBP Agus Santoso SIK melalui Kasat Reskrim AKP Agus Gustiaman SH, mengatakan saat penangkapan, dua orang diantaranya mencoba melarikan diri sehingga petugas terpaksa melumpuhkan dengan menembak bagian kaki kanannya.
"Dua diantaranya ditempak karena mencoba melarikan diri saat petugas akan menangkapnya," kata Agus.
Ia menjelaskan penangkapan komplotan curanmor terungkap dari laporan masyarakat juga hasil penyelidikan kepolisian hingga diwaktu yang tepat polisi melakukan penangkapan.
Menurut dia, di wilayah hukum Polres Ciamis beberapa pekan kebelakang marak terjadi pencurian sepeda motor hingga jajaran kepolisian bekerja ekstra untuk mengungkap pelaku curanmor yang sering beraksi di beberapa daerah di Kabupaten Ciamis.
"Dari hasil penyelidikan, akhirnya komplotan pencuri sepeda motor terbongkar dan dapat dilumpuhkan oleh petugas," katanya.
Para komplotan curanmor kini terpaksa ditahan di markas polres Ciamis, beserta barang bukti tujuh unit sepeda motor berbagai merk hasil curian.
Menurut Agus, jajaran kepolisian masih melakukan pengembangan lebih lanjut terkait masih banyaknya kawanan curanmor lain yang masih berkeliaran di wilayah Ciamis.
"Kami masih melakukan pengumpulan barang bukti dan masih pencarian pelaku lain yang masih satu komplotan dengan mereka," tegasnya.
Menurut dia, kelima pelaku diketahui sebagai komplotan curanmor yang masih pemula di wilayah Kabupaten Ciamis dan sebelumnya tidak pernah terlibat hukum.
Namun kata Agus, kelima pelaku tergolong handal dalam melakukan aksi sasaran mencuri sepeda motor di wilayah selatan Kabupaten Ciamis atau di kawasan wisata.
"Sasaranya objek wisata di wilayah Pangandaran, Kalipucang hingga Batukaras dan setiap aksinya mereka selalu direncanakan, karena dari hasil pemeriksaan ke lima pelaku berperan dengan tugas yang berbeda," katanya.
Sementara itu komplotan perampok tersebut tergolong masih muda yakni Uj (16), AM (25) SA (18) warga Padaherang, IS (23) AR(19) warga Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis.
Sedangkan pengakuan salah seorang pelaku paling muda, Ujang, mengatakan baru dua minggu ikut komplotan curanmor yang awalnya diajak ditempat pangkalan ojeg.
Tawaran tersebut, akhirnya disanggupi Ujang yang mengaku penghasilan sebagai tukang ojeg tidak yang hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari.
"Karena hasil dari ngojeg tidak cukup besar, maka saya ikut gabung dan bikin komplotan yang selalu melakukan pencurian sepeda motor," katanya.
Ia menjelaskan, terbentuknya komplotan curanmor dilakukan secara serius dengan masing-masing anggota memiliki fungsi diantaranya sebagai juru masak dan menjaga tempat peristirahatan para komplotan.
Sedangkan lainnya beraksi di lapangan mencari sasaran korban, serta menakut-nakuti dengan pistol korek api, dan mengawasi situasi lokasi pencurian.
"Saya sama Iman berperan mengawasi aksi pencurian, dan sudah berhasil mencuri sebanyak lima kali, di wilayah Pangandaran dan uang hasil penjualannya di bagi-bagi," katanya.***4***
(U.PK-FPM/B/A033/A033) 31-01-2010 23:58:29
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.