Tasikmalaya, 27/1 (ANTARA) - Ketua komisi II DPRD kota Tasikmalaya, Ade Ruhimat berharap distributor gula menjual gula pasir impor untuk mengimbangi kenaikan harga gula pasir di Tasikmalaya.

"Gula impor itu lebih murah, karena sekarang yang dijual para distributor adalah gula pasir lokal," kata Ade, kepada wartawan, Rabu.

Ade menjelaskan, para distributor gula di Tasikmalaya tidak mau menerima gula pasir impor untuk dijual di Tasikmalaya karena alasan prosedur yang cukup sulit.

Selain itu kata Ade, dari keterangan para distributor, biaya mendatangkan gula pasir impor ke Tasikmalaya sama saja dengan harga jual gula lokal yang sekarang beredar di Tasikmalaya.

Sehingga para distributor gula di Tasikmalaya memilih bertahan menjual gula pasir lokal dibandingkan harus mendatangkan gula pasir impor.

Ade menerangkan, dari hasil peninjauan harga gula pasir yang dijual di pasar tradisional di kota Tasikmalaya berkisaran antara Rp11.000 hingg Rp11.500 per Kg yang sebelumnya harga normal berksiaran Rp8.000 per Kg.

Penyebab naiknya harga gula, dari keterangan penjual dan distributor gula pasir di pasar disebabkan karena langkanya pasokan ke Tasikmalaya,
"Kenaikan gula di kota Tasikmalaya ini memang terjadi karena kelangkaan pasokan gula, yang disebabkan berbagai faktor, seperti faktor cuaca yang menghambat pendistribusian serta pembuatan gula," katanya.

Sementara itu, ditempat terpisah, kepala seksi perdagangan dan perlindungan konsumen, dinas perindustrian dan perdagangan kota Tasikmalaya, Odang Saefudin, mengatakan kenaikan gula sudah terjadi sejak awal Januari 2010.

Pihaknya, untuk mengatasi kenaikan gula pasir akan mengarahkan distributor gula di kota Tasikmalaya untuk menjual gula pasir impor karena harganya lebih murah dibandingkan gula lokal.

"Jadi distributor di Tasikmalaya itu, tidak mendatangkan gula pasir impor, sehingga yang dijualnya gula pasir lokal yang harganya memang mengalami kenaikan," katanya.

Sementara itu upaya lain dalam mengatasi kenaikan harga kebutuhan pokok di kota Tasikmalaya, pemerintah daerah dibantu provinisi akan menggelar operasi pasar secepatnya.

"Sekarang dalam proses pelaksanaan operasi pasar yang diharapkan nanti bisa meringankan beban beli masyarakat," katanya.

Feri Purnama
(U.PK-FPM/C/Y003/Y003) 27-01-2010 17:41:03


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026