Ketua Komisi IV DPRD Kota Cimahi, Masrokhan, Jumat, menyatakan, evaluasi program PNS perlu dilakukan karena kegiatan ini dianggap tidak berjalan optimal selama tahun 2009.
"Kami pikir efektifitas program pemerintah itu (Dinkes Kota Cimahi) bukan hanya dilihat dari penyerapan anggaran yang baik. Tapi, bagaimana program tersebut bisa dijalankan tepat sasaran. Saya lihat program PSN ini tidak dijalani dengan serius," Masrokhan.
Pihaknya juga memperkirakan, pendataan Dinkes Kota Cimahi terkait jaminan kesehatan masyarakat untuk masyarakat tidak mampu juga tidak terdata dengan baik.
Hal tersebut, kata Masrokhan, terbukti saat Komisi IV melakukan peninjauan ke beberapa Puskesmas di Kota Cimahi, banyak puskesmas yang tidak melakukan pelayanan dengan baik.
"Masih banyak masyarakat yang mengeluh ke dewan baik secara pribadi atau formal, bahwa pelayanan media gratis tidak diimbangi dengan obat yang terjangkau. Masyarakat miskin terkadang diberikan resep obat mahak, termasuk untuk penyakit demam berdarah," katanya.
Ia menyatakan, sebagai contoh masih belum efektifnya program PNS di Cimahi ialah masih adanya kasus DBD di Kelurahan Cipageran yang memakan korban dan cikungunya di Gang Ledeng I Kelurahan Cibabat yang menyerang puluhan warga.
Beberapa hari ke belakang, wabah DBD dan cikungunya semakin merebak di Kota Cimahi bahkan hingga merenggut jiwa.
Marsha Aulia, balita berusia tiga tahun menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (10/1) lalu, setelah dirawat intensif di RSUD Cibabat Kota Cimahi selama satu hari.
Marsha ialah putri pasangan Asep (26) dan Yani (26), warga RT02 RW29 No6 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.
Menurut keterangan kakek korban, Ahim (61), cucunya itu sudah mulai demam tinggi sejak, Rabu, (6/1), lalu dan langsung dibawa ke Puskesmas Citeureup. Setelah dirawat selama tiga hari di Puskesmas Citeureup, korban langsung dirujuk ke RSUD Cibabat.
"Sebenarnya ada tiga anak di rumah kami yang diduga terkena DBD. Memey (7) kakak Marsha dan Faisal (4) sepupu Marsha, juga menderita demam tinggi. Tapi Faisal sudah boleh pulang, sedangkan Memey saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Mal Kota Cimahi," kata Ahim.
Ahim mengaku, cukup terpukul dengan kepergian cucunya itu. Padahal, sambung dia, keadaan cucunya sempat membaik setelah diberikan beberapa perawatan oleh dokter di Puskesmas.
Saat ini dirinya hanya bisa berharap ada tindakan dari pemerintah untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) lebih intensif lagi.
Adjat Sudrajat
(U.PK-ASJ/B/Z003/Z003) 15-01-2010 17:22:06
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.