Hingga kini belum ada bantuan yang datang dari pemerintah, sehingga warga terpaksa memperbaiki rumah yang rusak dengan cara seadanya.
Pantauan di lokasi, Minggu, warga dengan bergotong royong membersihkan puing-puing rumahnya yang ambruk dan genteng rumahnya yang hancur.
Beberapa orang warga terlihat memperbaiki genteng rumahnya yang hancur di sapu angin. Tidak sedikit warga hanya bisa memasang terpal atau trapolin, sebagai penganti atap sementara, untuk menghindari air hujan.
"Warga kami kesulitan biaya untuk memperbaiki kembali rumah terutama yang ambruk diterjang angin. Sedangkan yang rusak bagian atap terpaksa menutup sementara dengan terpal," kata Iip warga Kebon Mangu.
Namun beberapa orang kepala keluarga, hingga kini masih mengungsikan anggota keluarganya karena rumah mereka ambruk di terjang angin.
Mereka berharap mendapatkan bantuan dari Pemkab Cianjur, karena dengan kondisi ekonomi lemah, mereka kesulitan untuk dapat membangun kembali rumahnya.
"Harapan kami ada bantuan dari Pemkab Cianjur, saya bekerja hanya kuli serabutan sehingga tidak punya biaya untuk membangun rumah ini kembali," kata Yayat salah seorang warga yang rumahnya ambruk.
Saat ini ungkap Yayat, ia terpaksa menitipkan istri dan 3 orang anak ke rumah saudaranya di Kelurahan Muka, Cianjur.
"Malu harus menumpang lama-lama, tapi kami tidak punya tempat tinggal lagi," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda Cianjur, mengakibatkan rumah warga di Kampung Kebon Manggu, tiga diantaranya roboh, lima rusak berat dan puluhan lainnya rusak ringan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Fikri
(U.K-FKR/C/Y003/Y003) 10-01-2010 19:24:18
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.