Kepala Tim SAR Cirebon Suyitno di posko Linggarjati, Senin, mengatakan, tim SAR yang mengevakuasi kelima pendaki itu akan membuka jalur baru untuk memudahkan penyelamatan para pendaki itu.
"Tim SAR menemukan kelima pendaki yang hilang tersebut pukul 10.30 WIB Senin dan diperkirakan tiba di posko Linggarjati pukul 17.00 WIB. Akan tetapi karena cuaca buruk diperkirakan tim baru tiba malam hari," katanya.
Dia mengatakan, tim penerima di posko di Linggarajati sudah siaga dengan ambulans guna mengangkut pendaki tersebut.
Sementara itu, Majuri (54), orangtua seorang pendaki bernama Budiman (25), menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berusaha menemukan putranya.
Ia mengatakan, tidak akan mengizinkan anaknya untuk mendaki gunung tanpa izin posko taman nasional gunung Ceremai (TNGC).
"Kami tentu tidak akan mengizinkan anak kami mendaki gunung lagi tanpa izin dari posko TNGC, mengingat petugas TNGC sangat perhatian dan memantau setiap pergerakan pendaki gunung," katanya.
Kelima pendaki Gunung Ceremai itu yakni Maskon (24 tahun), Wahyu (15 tahun), Muhammad Nur (23 tahun), Budiman (25 tahun) dan Mila (19 tahun), kelimanya warga Blok Gempol Tengah, Desa Gempol, Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon.
Berdasarkan keterangan dari Posko TNGC Linggarjati untuk mendaki gunung tetinggi di Jabar itu secara normal harus melalui prosedur yang ditetapkan demi keselamatan jiwa.
Prosedur itu antra lain menyangkut perbekalan, peralatan pendaki gunung, harus sehat secara jasmani dan rohani serta persediaan obat-obatan serta perlunya pemandu jalan.
(Enjang Solihin)
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.