Bandung, 25/12 (ANTARA)- Perhelatan Braga Festival yang akan diselenggarakan pada 27-30 Desember 2009, tetapi Polwiltabes Bandung belum diajak bicara.

Wakasat lantas Polwiltabes Bandung, Kompol Gondo TR,
mengatakan, kepolisian khususnya lantas polwiltabes belum
diajak rapat oleh paniatia
"Memang pernah ada permintaan penutupan jalan, tapi itu bukan merupakan hal yang mudah, karena sebelumnya kami belum pernah diajak berunding. Sehingga kami belum bisa melakukan penutupan jalan," katanya pada wartawan Jumat.

Sementara itu, panitia penyelenggara Braga Fertival sudah
yakin lalu lintas sepanjang Jalan Braga ditutup selama empat hari. Ratusan band music indie dan jajanan khas Kota Bandung `tumpah" di sepanjang Jalan Braga.

Gelaran Braga Festival tahun ini dijanjikan lebih meriah ketimbang tahun lalu. Supervisior Braga Festival 2009 Diro
Aritonang mengatakan, ada yang berbeda antara perayaan braga fertival tahun ini ketimbang tahun lalu.

"Tahun lalu acara diselenggarakan oleh orang Jakarta. Sedangkan tahun ini, pengisi acara dan panitia dilaksanakan orang Bandung Asli, sehingga pasti akan lebih mengenal Bandung,"ujar Diro
Jalur yang akan ditutup, sepanjang Jalan Braga, dan Jalan
Naripan yang dimulai dari perempatan Jalan Braga,.

Sementara rekayasa jalan, kendaraan menuju Jl. Suniaraja via Jl. Braga dialihkan menuju Jl Banceuy.

Kendaraan dari Jl. Tamblong menuju Jl. Braga pendek via Jl.

Naripan dialihkan melalui JL. Asia Afrika. Kendaraan menuju Parkir BCW Dialihkan menuju pintu masuk BCW Jl. Suniaraja. JL. Naripan, Jl Cikapundung Timur dan Barat menggunakan system tutup buka.

Untuk parkir motor, bisa di sekitaran Braga atas (BCW-perempatan Suniaraja), JL Naripan, (Depan Toko Taurus-Rm Braga Jaya, Jl Markoni) Jl Braga Bawah. Sementara parker mobil bisa di kawasan Braga Atas (Depan Landmark), Jl Suniaraja, Jl Lembong , PArkir Cikapundung Elektronik, Jl Cikapundung Barat dan Timur,
Area parkir masjid Agung.

"Pembukaan acara ditandai denga penabuhan perkusi oleh
pejabat provinsi. Kami masih belum bisa memastkian, apakah
Gubenur atau Wakil Gubernur yang akan berkesempatan
hadir," terang Diro.

Diro berjanji panitia penyelenggara tahun ini menggarap
Braga Festival dengan lebih serius ketimbang sebelumnya.

Dengan harapan bisa mengembalikan Jl Braga sebagai kawasan seniman yang penuh dengan sejarah.

Selain kesenian tradisonal dan menghadirkan band indie
asal Kota Bandung, makanan khas Bandung juga akan memenuhi saung yang rencananya akan didirikan di Jl Braga Panjang. Jajanan tradisional seperti colenak, ketan bakar, dan Surabi, akan mudah ditemui di Braga Festival.

"Lewat kesenian dan makanan khas Kota Bandung, kami ingin
mencoba menarik wisatawan baik mancanegara maupun lokal,"
tambah Diro.

Ahmad Sayuti
(U.PSO-060/C/Y003/Y003) 25-12-2009 19:01:58


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026