Cimahi, 22/12 (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Jawa Barat, akan membangun embung untuk mengantisipasi terjadinya banjir pada saat musim hujan dan kekeringan di musim kemarau.

"Pemkot Cimahi melalui dinas terkait akan membangun embung. Hingga tahun 2012 nanti, ditargetkan sebanyak sembilan titik embung akan dapat difungsikan di Kota Cimahi," kata Wakil Wali Kota Cimahi, Eddy Rachmat, Selasa.

Eddy mengatakan, embung tersebut berfungsi sebagai konservasi air ketika terjadi kekeringan pada musim kemarau, sehingga persediaan air tanah di sekitarnya tidak kering cdan pada musim hujan, bisa untuk mengantisipasi banjir.

Menurutnya, embung tersebut nantinya akan dibangun di seluruh kecamatan di Kota Cimahi.

Pihaknya menjelaskan, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (musrenbang RPJMD), dinyatakan bahwa ada kesembilan titik yang akan difungsikan menjadi embung.

Kesembilan titik tersebut berada di Kelurahan Baros, Kelurahan Cipageran, Kelurahan Cigugur Tengah dan Cilember, Kelurahan Melong dan Cieubereum, Kelurahan Cibabat, Kelurahan Cieuteurup.

Kemudian Kelurahan Padasuka dan Setiamanah, Kelurahan Leuwigajah, Kelurahan Utama dan Melong.

"Untuk saat ini embung yang pembangunannya hampir selesai pada akhir tahun ini, terdapat di Kelurahan Ciebeureum hingga perbatasan Melong," kata Edy.

Dikatakannya, embung yang lain pembangunannya akan dilakukan pada awal tahun 2010.

Sementara itu, Kepala Bidang Peyehatan Lingkungan Permukiman, Dinas Penyehatan Lingkungan dan kebersihan Dien Wulandiati, mengatakan embung di Kelurahan Cibeureum perbatasan Melong akan dibangun seluas 1.400 meter persegi dengan kedalaman dua hingga tiga meter lebih.

"Embung yang di Kelurahan Melong ialah embung yang terbesar, diperkirakan dapat menampung air lebih dari 2.000 meter kubik, dan memakan biaya sekitar Rp1,2 miliar dari APBD," ujar Dien.

Dien mengatakan, embung yang berada di Kelurahan Cibeureum hingga perbatasan Melong, dibangun karena berada di daerah industry sehingga sering kekurangan air saat musim kemarau.

"Dengan dibangunya embung itu diharapkan persediaan air saat kemarau dapat tercukupi," katanya.

Dien menjelaskan, embung tersebut nantinya akan dilengkapi teknologi sistem saringan air, tujuannya agar air yang masuk ke dalamnya bebas dari polutan.

"Berdasarkan perhitungannya, resapan air dari embung ini bisa mencapai radius ratusan meter hingga 1 kilometer," katanya.***3***

Adjat Sudrajat
(U.PK-ASJ/B/M019/M019) 22-12-2009 19:11:06


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026