Mantan Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Rasyid Qurnuen Aquary berharap Pangdam baru Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo mampu meneruskan apa-apa yang belum terselesaikan ketika dirinya masih menjabat sebagai Pangdam.
Seperti, pelestarian sungai Citarum dan kegiatan penanaman pohon yang menjadi agenda rutin Kodam III Siliwangi, tutunya pada acara serah terima jababatan tersebut.
"Insya Allah dia lebih baik dari saya dan diharapkan bisa menyelesaikan apa yang belum saya tuntaskan," katanya.
Rasyid juga berharap kesejahteraan prajurit Kodam III Siliwangi bisa lebih ditingkatkan. Walaupun kini kesejahteraan prajurit sudah mulai membaik, namun mudah-mudahan bisa terus ditingkatkan.
"Kesejahteraan prajurit sekarang sudah ideal, tapi kalau pemerintah mau tambah lagi itu lebih baik. Rp 2 juta untuk prajurit yang baru dilantik sekarang sudah bisa nyicil motor, dulu zaman saya boro-boro buat nikah, makan saja susah," ujarnya.
Sementara, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal George Toisutta, mengatakan, ini merupakan pergantian Pangdam yang alami. Rasyid merupakan angkatan 75 dan digantikan dengan juniornya yang sebelumnya menjabat sebagai Danjen Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
"Saya harap Pangdam yang sekarang bisa lebih baik dari Pangdam yang sebelumnya. Siapa pun penggantinya harus lebih baik dari pendahulunya," katanya.
Di samping itu, KSAD juga meminta bantuan masyarakat dan wartawan untuk bisa mengkritisi kinerja Pangdam III Siliwangi yang baru.
"Jika memang ada kesalahan, teman-teman (wartwan, red) jangan sungkan-sungkan untuk mengkritisi kinerja Pangdam," katanya.
Sementara itu, Pangdam III Siliwangi yang baru Mayjen TNI Pramono Edhi Wibowo enggan berkomentar mengenai jabatan yang baru diembannya.
Sedangkan Ny Hj Ani Yudhoyono yang sebelumnya dikabarkan akan menghadiri pada acara sertijab tidak terlihat hadir.***3***
Ahmad Sayuti
(U.PSO-060/B/J003/J003) 16-12-2009 14:52:35
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.