Diduga penyebab kebakaran tersebut berasal dari lilin yang berada di lantai bawah. Ruko milik Hendra Suhendi dan Ny. Lim Mo Son tersebut terbakar sekitar pukul 14.00 WIB.
Menurut saksi, Yanto (23), yang juga putra dari Hendra Suhendi, ketika dirinya datang api sudah membesar. Kemudian dia bergegas membangunkan kedua orang tuanya yang masih tidur.
"Ketika api datang saya langsung masuk ke rumah dan membangunkan orang tua saya yang sedang tidur," ujarnya.
Dia menuturkan, ruangan yang berada di lantai dua tersebut ada enam kamar. Saat kejadian, ada 10 orang di lantai dua. Sementara lantai bawah disewakan untuk dagang sembako.
Endang (21), salah seorang penghuni, mengatakan, saat kejadian dirinya sedang tidur. Dia menduga kebakaran tersebut berasal dari lilin.
"Soalnya tadi pagi ada yang menyalakan lilin di lantai bawah. Tadi juga PLN datang untuk mencabut listrik karena belum bayar, makanya ada yang menyalakan lilin," ujarnya.
Sementara itu, saksi lainnya, Lili, mengungkapkan, api diduga berasal dari bagian belakang tempat dapur. Namun dirinya tidak mengetahui penyebabnya. Api dari bagian belakang kemudian merembet ke lantai dua dan menghanguskan bagian atap gedung.
Saat kebakaran tersebut, enam mobil pemadam kebakaran dan satu mobil tanki air dari Dinas Penanggulangan dan Pencegahan Kebakaran (DPPK) Kota Bandung, tiba di lokasi kejadian beberapa menit kemudian.
Api tersebut berkobar selama sekitar satu jam. Pemadam kebakaran berhasil melumpuhkan api sekitar pukul 15.00 WIB.
Pelaksana pengendalian operasi Diskar, Yedi, tim pemadam sempat terkendala saat menuju lokasi karena terjebak macet di daerah Kosambi.
"Api berhasil dipadamkan sekitar setengah jam. Setengah jam kemudian pendinginan," ucapnya.
Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun seluruh bangunan ludes dilahap sijago merah. Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.
Kasus itu kini ditangani kepolisian setempat.
***3***
Jaka Permana
(T.PSO-058/C/H-KWR/H-KWR) 10-12-2009 21:36:10
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.