Bupati Aceng HM Fikri, Selasa, mengatakan seemakin berkurangnya vegetasi hutan, menjadikan produksi oksigen semakin berkurang.
Untuk langkah antisipasi antara lain dilakukan kegiatan penanaman 1900 pohon pada puncak aksi penanaman serentak Indonesia tingkat kabupaten Garut, di lapang Jayasena desa Mekarjaya kecamatan Cikajang, Rabu (9/12).
Dikatakan, sumber daya hutan dan lahan sebagai faktor penting dalam fungsi ekologis maupun fungsi produksi, namun selama ini menunjukan kondisi sangat memprihatinkan, katanya.
Akibat tindakan kontra produktif serta mengabaikan kaidah-kaidah konservasi tanah, yang berdampak pada menurun nya tingkat kelestarian lingkungan dan sumber daya alam, sehingga penjarahan dan perambahan hutan serta praktek illegal loging, semakin memperlemah kondisi sumber daya hutan.
Padahal degradasi sumber daya hutan dan lahan, juga mempengaruhi iklim ekstrim berupa musim kemarau panjang serta curah hujan diaras normal/ luar biasa, berpengaruh pula pada periode musim tanam, pola tanam dan produksi hasil pertanian.
Bahkan bisa mengakibatkan kesulitan dalam penyediaan bahan pangan, sehingga pada tahun ini sekurang nya dapat direalisasikan penanaman 2.468.000 batang pohon produktif berbagai jenis tanaman (kayu-kayuan, buah-buahan dan tanaman perkebunan), katanya.
Kesimpulan sejumlah ilmuwan yang pertengahan September 2009 berkumpul di London, Inggris, pada satu konferensi bertajuk "Climate Forcing of Geological and Geomorphological Hazards" menyebutkan, perubahan iklim bisa merusak keseimbangan planet Bumi, kemudian menghadiahi manusia dengan rangkaian bencana geologis.
Sudah lama diketahui bahwa antara iklim dan pergerakan kerak bumi saling berkaitan, namun baru kini ditegaskan bahwa betapa pekanya lapisan bumi terhadap udara, es dan air di atasnya.
"Anda tak perlu perubahan besar-besaran untuk memancing respons kerak bumi," kata Bill McGuire dari University College London (UCL), yang mengetuai konferensi ilmuwan itu, seperti ditulis New Scientist, edisi 23 September 2009.
Simon Dya dari Universitas Oxford, serta McGuire dan Serge Guillas dari UCL, memaparkan bukti bahwa bagaimana perubahan halus pada tingkat permukaan laut mempengaruhi kegempaan di Patahan Pasifik Timur, salah satu batas lempeng benua yang memekar paling cepat.
Para ilmuwan memfokuskan perhatian pada lempeng mini Easter --lempeng tektonik yang menghampar di bawah samudera di lepas pantai Pulau Easter-- karena lempeng ini relatif terisolir dari sesar-sesar lain.
Fokus ini mempermudah upaya membedakan perubahan-perubahan dalam lempeng tektonik yang terjadi karena sistem iklim, dari yang tercipta akibat tumbukan.
Sejak 1973, datangnya gelombang El Nino setiap sekian tahun berkorelasi dengan frekuensi gempa bawah laut berkekuatan magnitudo 4 dan 6.
Ilmuwan yakin, kemunculan El Nino dan terjadinya gempa bawah laut itu berkaitan. El Nino menaikkan permukaan air laut sampai puluhan centimeter. Ilmuwan juga yakin berat air ekstra bisa meningkatkan tekanan aliran fluida dalam pori-pori batuan dasar laut.
Tekanan ini cukup menetralisir energi geseran yang menyangga batuan agar tetap di tempatnya, sehingga sesar-sesar menjadi mudah bergeser. "Perubahan pada tingkat permukaan laut terjadi pelan dan usikan kecil saja bisa berdampak luar biasa besar," kata Day.***3***
John Doddy Hidayat
(U.PK-HT/B/M019/M019) 08-12-2009 14:59:47
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.