"Selama ini ada Atase Pers yang berhubungan dengan media di negara yang bersangkutan, namun untuk pencitraan perlu ada Atase PR di luar negeri," kata Elvinaro Ardianto di sela-sela Seminar Kehumasan di Bandung, Rabu.
Menurut Elvinaro, peranan PR internasional yang memiliki keahlian khusus di bidang kehumasan merupakan kebutuhan mendesak untuk memenangkan 'perang image' dan pencitraan Indonesia di luar negeri.
Ia menyebutkan, PR internasional RI di luar negeri masih lemah dan kesulitan untuk membangun image yang pas untuk kondisi Indonesia saat ini.
Selain itu berbagai kejadian gangguan keamanan seperti serangkaian peledakan di dalam negeri memperparah upaya pencitraan di luar negeri.
"Indonesia perlu memperkuat PR internasional, dengan menempatkan Atase Humas di luar negeri. Pencitraan sangat penting untuk meningkatkan kerja sama di semua bidang terutama politik dan ekonomi," kata Elvinaro yang juga Ketua Jurusan Program D3 Hubungan Masyarakat Universitas Padjadjaran (Unpad) itu.
Ia menyebutkan, membangun image harus dilakukan sejalan, baik di dalam maupun di luar negeri. Hal itu hanya bisa efektif apabila dilakukan oleh seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan kehumasan.
"Pencitraan tak sebatas mempengaruhi media di luar negeri," kata Wakil Ketua BPC Perhumas Bandung itu.
Hal sama juga peran kehumasan di lembaga pemerintahan yang sebagian besar masih ditangani oleh personil-personil yang tidak memiliki latar belakang kehumasan.
"Kehumasan di lembaga pemerintahan sebagian besar masih ditempati personil yang sedikit memahami tugas dan fungsi kehumasan, akibatnya banyak yang tidak optimal dalam menjalankan fungsi kehumasannya," katanya.
Ia menyebutkan, perkembangan kehumasan saat ini berkembang pesat. Bahkan dalam sepuluh tahun terakhir ini public relation telah menjadi sebuah industri.
"Tak hanya menjadi humas di lembaga dan instansi, namun sudah menjadi industri. Banyak praktisi PR yang membuka konsultan kehumasan, bahkan PR masuk kurikulum di Sespim Polri dan TNI, Sesko TNI dan Diklat pemerintahan," kata Elvinaro Ardianto.***5***
Syarif Abdullah
(U.S033/B/Y003/Y003) 25-11-2009 19:16:41
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.