Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Garut H Iman Alirahman, Senin mengatakan perolehan gizi energi tersebut 1341,22 kkal/kapita/hari atau dibawah standar 2000 kkal/kap/hari sehingga mengalami kekurangan 658,78 kkal (33 persen), meski dari aspek ketersediaan pangan mengalami surplus namun aspek konsumsinya minus.
Kondisi serupa terjadi pada kecukupan gizi protein dengan rata-rata perolehan kabupaten Garut, juga masih dibawah standar hanya 39,34 gram/orang/hari dari standar 52 gram/orang/hari atau mengalami kekurangan 12,66 gram/orang/hari, katanya pada peringatan ke-29 Hari Pangan Sedunia tingkat Kabupaten Garut.
Ketersediaan dan konsumsi yang signifikan menunjukan surplus pangan pokok maupun strategis, ternyata belum menjamin tercapainya aksebilitas pangan dengan angka kecukupan gizi energi dan protein yang memenuhi standar.
Untuk itu belum bisa menjamin ketahanan pangan di daerah ini, penyebabnya antara lain banyaknya masyarakat miskin, desakan pemenuhan kebutuhan lain, banyaknya buruh tani, kepemilikan lahan yang sempit, pola makan, distribusi dan harga serta faktor keamanan pangan.
Karena nya Sekda menyerukan, agar aparatur dan masyarakat bisa mengembangkan diversifikasi pangan, mengonsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman serta mengembangkan cadangan pangan masyarakat melalui "leuit" (lumbung) beras.
Selain itu, mengembangkan kelembagaan usaha mikro daerah, maupun kelembagaan keuangan mikro berbasis potensi spesifik lokalita untuk mengungkit daya beli, serta dilakukannya pengawasan produk pangan sehat dan aman, juga menggali dan mengembangkan potensi SDA melalui intensifikasi dan ekstensifikasi, katanya.
Produksi beras kabupaten Garut, mengalami peningkatan dibandingkan pada 2008 lalu 461.465 ton sedangkan pada 2009 hingga akhir September mencapai 504.399 ton, atau meningkat sembilan persen sehingga dibandingkan kebutuhan konsumsi aktual masyarakat 247.877,92 ton/tahun maka ketersediaan beras surplus 256.521,08 ton.
Rasio 1,03, maka surplus mampu memenuhi kebutuhan konsumsi aktual selama 15 bulan, jika ketersediaan beras tersebut sebagai cadangan terdapat di masyarakat kabupaten Garut.
Namun Iman Alirahman dan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura setempat Ir Tatang Hidayat saat dikonfirmasi terpisah mengemukakan, tak ada hubungannya terjadi surplus beras dengan semakin banyaknya warga kabupaten Garut yang mengantri pembelian beras untuk masyarakat miskin (Raskin), katanya.
Pada kesempatan ini, Iman Alirahman mengajak untuk menyukseskan "gerakan minum susu" (GMS) bagi siswa SD/MI serta anak-anak sebagai sumber konsumsi pangan hewani sehari-hari, supaya anak-nak cerdas dan sehat, katanya, yang langsung disimulasikan oleh 216 siswa kelas III dan IV SDN Sukagalih V. ***3***
John Doddy Hidayat
(U.PK-HT/B/M019/M019) 09-11-2009 14:09:20
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.