Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengatakan Partai Demokrat memiliki nilai dan etika yang dijunjung tinggi untuk menerima kekalahan jika itu yang dialami partainya.

"Sebelum Partai Demokrat berdiri, pada Pemilihan Wakil Presiden tahun 2001, saya kalah dalam putaran kedua. Sekian jam kemudian, saya didampingi Ibu Ani menyampaikan pernyataan untuk menerima kekalahan tersebut," kata SBY melalui rekaman video yang diterima wartawan di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan pada saat itu dirinya menerima kekalahan dan mengucapkan selamat kepada wapres terpilih dan meminta para konstituennya mendukung wapres terpilih tersebut.

SBY juga menceritakan di Pemilu Legislatif (Pileg) 2014, dirinya menerima hasil hitung cepat, dan dirinya mengucapkan selamat kepada tiga partai politik yang memperoleh suara di atas Demokrat.

"AHY sebagai salah satu kader utama Demokrat juga menganut etika dan nilai yang sama, pasca hitung cepat Pilkada Jakarta, dia menerima kekalahan setelah sebelumnya menelpon dan mengucapkan selamat kepada pasangan yang menang," ujarnya.

SBY mengatakan apa yang dilakukannya pada 21 Mei lalu hakikatnya sama yaitu meskipun perolehan suara Demokrat menurun dibandingkan Pemilu 2014, secara kesatria harus menerima hasil Pemilu 2019.

Menurut dia, apa yang dikatakannya ketika 21 Mei adalah menerima dengan catatan karena banyak catatan terkait pelaksanaan Pemilu 2019.

"Karena itu, selain Demokrat memberi jalan dan dukungan terhadap para caleg yang menggugat ke MK karena merasa dirugikan, kami juga mengevaluasi secara komprehensif atas penyelenggaraan Pemilu 2019," katanya.

Dia menilai evaluasi komprehensif itu agar Pemilu 2024 dapat dilaksanakan lebih damai, jujur, adil, demokratis, dan berkualitas, "fair play" dan keadilan yang sejati bagi para peserta Pemilu.

Menurut dia, Demokrat dirugikan akibat pelaksanaan Pemilu 2019 kurang "fair play".

SBY mengajak para kadernya menjaga tradisi baik Demokrat dalam setiap kontestasi, karena pernah menang dan pernah kalah.

"Kata AHY, menang tidak terbang, kalah tidak patah. Seperti dalam pertandingan olahraga, ada kalanya kita menang, ada kalanya kalah karena itu kalah atau menang, kita berjabat tangan secara sportif," katanya.
 

Pewarta: Imam Budilaksono

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2019