Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, meminta Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memaparkan data internalnya ke publik, bukan hanya melakukan tudingan kecurangan pemilu tanpa data.

"Pada rapat pleno KPU penghitungan suara, tanggal 20-22 Mei pekan depan, saya menantang kubu 02, untuk memaparkan data C1-nya yang mengklaim menang," kata Arya Sinulingga, di Media Center Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis.

Menurut Arya, KPU akan melakukan rapat pleno penghitungan suara hasil pemilu 2019 pada 20-22 Mei. Momentum rapat pleno KPU tersebut, kata dia, merupakan waktu yang tepat bagi kubu 02 untuk membuktikan data internalnya sekaligus membuktikan tudingan kecurangan pemilu. "Kalau benar BPN punya data kecurangan pemilu, silakan dijelaskan pada rapat pleno KPU," katanya.

Arya juga menegaskan, TKN tidak akan keberatan untuk mencocokkan data C1 pada rapat pleno di kantor KPU. "TKN akan menyiapkan seluruh komponen yang diperlukan. Kalau kubu 02 berani mengadu data, silakan bawa datanya ke kantor KPU," katanya.

Menurut Arya, membedah data TKN dan BPN yang dimediasi KPU, tepat untuk memerinci sekaligus memverifikasi data 01 dan 02. "Ketika ada data yang meleset, langsung bisa dikonfirmasi dengan data KPU," katanya.

Pembuktian data 01 dan 02 di KPU, menurut dia, menjadi solusi terbaik guna mengatasi polemik tudingan kecurangan. "Pada pembuktian data itu, kedua pihak akan membuka data mereka di hadapan penyelenggara pemilu," katanya.

Menurut dia, dari proses tersebut, bisa langsung disimpulkan data pemilu presiden. "Kalau mereka bisa membuktikan ke KPU data mereka benar, enggak perlu sampai ke Mahkamah Konstitusi (MK)," katanya. 

Baca juga: TKN undang BPN lihat pusat rekapitulasi suara Jokowi-Amin dan BSPN

Baca juga: ICMI sarankan BPN gunakan mekanisme MK bukan kerahkan massa


 

Pewarta: Riza Harahap

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2019