Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mengonfirmasi adanya kejadian hujan deras disertai angin kencang yang menyebabkan kerusakan sejumlah rumah di wilayah Kabupaten Bandung.
Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat Hardjasasmita, di Bandung, Jumat, mengatakan laporan kerusakan, khususnya di wilayah Cangkuang, memang benar terjadi, tetapi pihaknya masih menunggu data resmi hasil pendataan di lapangan.
“Kejadiannya (bangunan rusak di Cangkuang) betul, hanya data belum kami terima. Teman-teman sedang assessment di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data sementara dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bandung per pukul 16.55 WIB, dampak cuaca ekstrem tercatat terjadi di sejumlah kecamatan.
Di Kecamatan Bojongsoang, tepatnya di Desa Bojongsari, dilaporkan terjadi pohon tumbang yang telah ditangani oleh tim piket BPBD, serta tujuh rumah mengalami kerusakan ringan pada bagian atap.
Di Kecamatan Arjasari, kejadian pohon tumbang terjadi di Desa Baros dan Desa Lebakwangi. Selain itu, di Desa Mangunjaya dilaporkan pohon tumbang disertai atap rumah yang terbang, sementara di Desa Mekarjaya terjadi atap rumah ambruk.
Selanjutnya di Kecamatan Cangkuang, pohon tumbang dilaporkan terjadi di Kampung Babakan Balong, Desa Tarajusari dan telah ditangani oleh petugas pemadam kebakaran. Sementara di Komplek Nuansa Ciherang, Desa Tanjungsari, dilaporkan atap rumah roboh.
Di Kecamatan Banjaran, pohon tumbang terjadi di Kampung Cihamerang, Desa Banjaran Wetan, serta di sekitar kawasan dekat PT Fengtay. Selain itu, banjir akibat luapan anak sungai terjadi di Desa Ciapus RW 12 dan Desa Banjaran RW 11.
Adapun di Kecamatan Pameungpeuk, tepatnya di Desa Bojongkunci, tercatat sebanyak 20 rumah mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, serta segera melaporkan jika ditemukan kondisi darurat di lingkungan masing-masing.
"Masyarakat dihimbau waspada cuaca ekstrem yg masih berpotensi terjadi, hindari pohon atau papan reklame saat berlindung," jelasnya.
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026