Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menyiagakan tim reaksi cepat lengkap dengan peralatan dan kendaraan guna melakukan penanganan cepat dampak bencana alam seiring dengan cuaca ekstrem masih melanda daerah setempat.
Kepala Markas PMI Cianjur Ajang Fajar Aciana di Cianjur, Selasa, mengatakan selama beberapa hari terakhir curah hujan tinggi dengan intensitas lebih dari dua jam terjadi saat petang hingga malam hari sehingga memicu bencana alam.
Sekitar 15 relawan disiagakan setiap hari guna penanganan cepat bencana, seperti beberapa waktu lalu, di mana pohon tumbang melanda sejumlah ruas jalan utama Cianjur dan banjir melanda empat kecamatan.
"Kami siagakan 15 relawan dalam tim cepat tanggap bencana, mereka bertugas membantu penangan cepat seperti penanganan pohon tumbang dengan dua gergaji mesin dan alat pemotong lainnya, termasuk mengevakuasi warga korban banjir," katanya.
Selama satu pekan terakhir, tim yang bertugas turut membantu petugas gabungan terdiri atas BPBD Cianjur, SAR Cianjur, TNI/Polri, Damkar Cianjur, dan relawan untuk melakukan penanganan pohon tumbang di Kecamatan Cianjur dan Cugenang.
Selain itu, membantu proses evakuasi warga di empat kecamatan terdampak banjir, seperti Kecamatan Cilaku, Cibeber, Bojongpicung, dan Gekbrong, termasuk mendistribusikan bantuan untuk korban bencana kebakaran di sejumlah kecamatan.
Puluhan relawan yang tersebar di sejumlah kecamatan, disiagakan guna melakukan pengawasan, pelaporan hingga penanganan bencana, mulai dari wilayah utara hingga selatan Cianjur bersama petugas gabungan BPBD Cianjur.
"Sudah hampir satu pekan terakhir, hujan deras dengan intensitas tinggi terjadi pada petang hingga malam hari, sehingga dapat memicu terjadinya bencana, sehingga hal tersebut harus diwaspadai dengan menyiagakan seluruh relawan," katanya.
Seiring dengan cuaca ekstrem memicu bencana alam di sejumlah wilayah, kata dia, pendistribusian berbagai bantuan, seperti kebutuhan keluarga, kebutuhan anak, hingga terpal meningkat melalui aparat desa dan kecamatan.
"Sepekan terakhir kami sudah mendistribusikan 48 paket kebutuhan keluarga, 10 paket kebutuhan anak, dan sekitar 210 kilogram beras untuk warga terdampak bencana seperti banjir, longsor, angin kencang, dan korban kebakaran," katanya.
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026