Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) Aten Munajat menyatakan kerusakan bangunan sekolah jangan dibiarkan lama, harus segera diperbaiki untuk memberikan rasa aman bagi guru dan murid saat kegiatan belajar mengajar.

"Jangan sampai kita menunggu kejadian buruk baru bertindak. Negara wajib hadir menjamin keselamatan anak-anak dan tenaga pendidik di lingkungan sekolah," kata Aten di Garut, Selasa.

Pernyataan Aten tersebut menanggapi adanya kejadian bangunan atap SMK Negeri 11 Cisewu, Kabupaten Garut yang tiba-tiba ambruk saat jam kegiatan belajar mengajar, Kamis (29/1).

Kejadian menimpa sekolah tersebut, kata dia, menjadi peringatan agar tidak terulang lagi di sekolah lain yang bisa membahayakan keselamatan jiwa siswa maupun guru.

"Sekolah adalah tempat mendidik generasi bangsa, bukan tempat yang membahayakan mereka," katanya.

Ia mengatakan semua pihak penyelenggara pendidikan, khususnya dinas pendidikan dan tenaga ahli untuk rutin mengaudit dan mengecek struktur bangunan sekolah secara berkala sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman sekolah roboh.

Jika ada bangunan sekolah yang sudah lama tidak diperbaiki, lapuk, dan rawan roboh, kata dia, secepatnya harus menjadi prioritas untuk segera diperbaiki agar tidak membahayakan keselamatan jiwa siswa maupun guru.

"Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, keselamatan siswa dan guru adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar," katanya.

Ia menambahkan jika ada bangunan yang memiliki risiko ambruk, sebaiknya dikosongkan dan memindahkan kegiatan belajar mengajar di tempat yang aman sambil menunggu proses renovasi maupun rehabilitasi pada gedung yang tidak layak pakai itu.

Pemerintah daerah, kata dia, harus mengalokasikan anggaran khusus untuk perbaikan sekolah yang kondisinya rawan roboh tersebut.

"Harus ada pelaporan aktif dari pihak sekolah, dan masyarakat agabiarkan terlalu lama," katanya.

Sebelumnya, bangunan SMK Negeri 11 Garut di Kampung Cisaninten, Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, tiba-tiba ambruk, Kamis (29/1), beruntung tidak menimbulkan korban jiwa.

Hasil asesmen BPBD Garut bahwa kejadian ambruknya atap ruang kelas diduga dipicu oleh intensitas curah hujan yang tinggi disertai kondisi fisik bangunan yang telah mengalami penurunan kualitas sejak awal pembangunan 2011 belum dilakukan perbaikan.

Sementara pelaksanaan kegiatan belajar mengajar siswa yang berjumlah 110 orang disatukan dengan kelas lain di lingkungan sekolah tersebut.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Legislator Jabar: Kerusakan bangunan sekolah jangan dibiarkan lama

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Riza Fahriza


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026