Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut, Jawa Barat, bakal menggelar 12 kegiatan gerakan pangan murah (GPM) di sejumlah tempat sepanjang tahun 2026 untuk menjaga stabilitas harga maupun pasokan bahan pangan di pasaran.

"Kami alokasikan untuk tahun 2026 ini sebanyak 12 kali, khusus untuk GPM tahun ini," kata Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan pada DKP Kabupaten Garut, Dicky Timor saat acara GPM di halaman parkir Kantor Samsat Garut, Kamis.

Ia menuturkan kegiatan GPM dengan menyediakan sejumlah komoditas penting merupakan agenda rutin tahunan yang biasa dilaksanakan dalam momentum tertentu seperti Ramadhan dan Idul Fitri.

Tahun ini, kata dia, pihaknya sudah menyiapkan agenda untuk kegiatan GPM sebanyak 12 kali, dan saat ini pertama kali digelar tahun 2026 bertepatan dengan menjelang Ramadhan dan rangkaian Hari Jadi Ke-213  Garut yang dilaksanakan di Kantor Samsat Garut.

"Tujuannya untuk stabilisasi pasokan, stabilisasi harga pangan, khususnya menjelang bulan Ramadhan pada Januari ini dan bulan Februari nanti," katanya.

Ia mengatakan jumlah pelaksanaan GPM tahun ini berkurang dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sudah dilaksanakan sebanyak 25 kali di berbagai daerah.

Meski ada penurunan, kata dia, diupayakan kegiatan GPM tersebut terselenggara sesuai harapan untuk stabilisasi ketersediaan dan harga bahan pangan.

"Tapi, biasanya untuk GPM ini pimpinan mempunyai kebijakan, mudah-mudahan di (anggaran) perubahan kita ada penambahan untuk kegiatan GPM," katanya.


Ia mengatakan Program GPM tersebut merupakan kebijakan pemerintah daerah yang menyediakan sejumlah komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, telur, dengan harga murah karena disubsidi oleh pemerintah daerah sebesar Rp2 ribu.

Misalkan, lanjut dia, harga beras dari distributor dijual Rp16 ribu, maka pemerintah akan mensubsidinya sebesar Rp2 ribu, sehingga harga jual ke masyarakat melalui kegiatan GPM hanya Rp14 ribu.

"Dalam pelaksanaan GPM ada perjanjian kerja sama dengan distributor, nanti harga dari distributor berapa, nanti ada subsidi sebesar dua ribu rupiah, seperti beras dari distributor Rp16 (ribu), kita jual Rp14 (ribu)," katanya.

Baca juga: Kemendagri mendorong pelajar di Garut untuk berjiwa nasionalis

Baca juga: Disparbud suguhkan wisata sejarah memperingati Hari Jadi Ke-213 Garut

Baca juga: Pemkab Garut sediakan Rp59 miliar untuk perbaikan jalan tahun ini

 

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026