Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggencarkan operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi potensi hujan lebat di sekitar area longsor Cisarua.
Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu di Bandung, Kamis, mengatakan bahwa operasi modifikasi cuaca telah dilaksanakan sejak 24 Januari 2026 dan masih terus berlanjut hingga beberapa waktu ke depan.
“Sejak 24 Januari BMKG bersama BNPB dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah melakukan modifikasi cuaca dan sampai hari ini masih terus berjalan. Hari ini kita sudah tiga kali di sekitar Gunung Burangrang,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa jika dihitung sejak dimulainya operasi pada 24 Januari, jumlah total penerbangan modifikasi cuaca telah mencapai lebih dari 10 kali.
Menurut Teguh, intensitas operasi modifikasi cuaca ditingkatkan karena wilayah Jawa Barat saat ini berada pada puncak musim hujan dengan potensi pertumbuhan awan hujan yang sangat tinggi.
Pada kesempatan tersebut ia juga menjelaskan bahwa sebelum terjadinya longsor di Cisarua wilayah tersebut mengalami hujan dengan intensitas ekstrem.
“Sehari sebelum kejadian, tercatat curah hujan ekstrem di atas 200 milimeter. Kejadiannya ekstrem pada tanggal 23,” kata Teguh.
Ia menyebutkan curah hujan tersebut setara dengan akumulasi hujan yang biasanya terjadi selama satu bulan, namun turun hanya dalam waktu satu hari.
“Ibaratnya, intensitas curah hujan yang seharusnya tumpah sebulan itu tumpah dalam satu hari,” ujarnya.
BMKG menegaskan bahwa operasi modifikasi cuaca dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk menekan potensi hujan lebat yang dapat memperparah kondisi wilayah rawan bencana, khususnya di Kabupaten Bandung Barat.
Baca juga: 41 jenazah longsor Cisarua berhasil teridentifikasi
Baca juga: Tim SAR hari ini fokus cari korban Cisarua di sektor A di tengah cuaca burukBaca juga: TNI AU mengerahkan drone bantu evakuasi korban longsor di Cisarua
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG gencarkan operasi modifikasi cuaca di area longsor Cisarua
Editor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026