Direktur Eksekutif CSA Institute David Sutyanto menilai, koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini usai pernyataan dan kebijakan terbaru dari MSCI mencerminkan adanya kekhawatiran yang lebih mendalam terhadap persepsi kualitas struktural pasar modal Indonesia.
“Koreksi signifikan IHSG hari ini tidak dapat dipandang sekadar sebagai fluktuasi pasar yang biasa,” kata David dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Ia menambahkan bahwa isu terkait kebijakan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) ini bukan hanya persoalan teknis indeks, tetapi menyentuh aspek kredibilitas, transparansi, dan tingkat kepercayaan investor global terhadap pasar Indonesia.
David mengatakan, risiko dari isu ini memang perlu dicermati dengan serius, terutama karena MSCI menyampaikan bahwa evaluasi lanjutan akan dilakukan pada Mei 2026. Artinya, Indonesia memiliki waktu sekitar empat bulan untuk menunjukkan perbaikan yang nyata dan terukur.
Jika tidak ada kemajuan yang cukup signifikan, terdapat kemungkinan pengurangan bobot Indonesia dalam indeks Emerging Markets atau bahkan peninjauan ulang status klasifikasi pasar.
Konsekuensi dari skenario tersebut dapat berdampak pada arus dana asing, mengingat saat ini estimasi investasi berbasis MSCI Indonesia berada di kisaran 120 miliar dolar AS, sementara kapasitas dana berbasis indeks di Frontier Market jauh lebih kecil. Sehingga potensi arus dana keluar cukup besar.
“Oleh karena itu, urgensi untuk menjaga kepercayaan pasar global memang menjadi sangat penting,” kata David.
Pada Selasa (27/1) waktu setempat atau Selasa (28/1) waktu Indonesia, MSCI mengumumkan penerapan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam proses peninjauan indeks.
Pembekuan tersebut mencakup kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI Investable Market Indexes, serta perpindahan saham dari segmen small cap ke standard.
MSCI menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko investability dan memberi ruang bagi otoritas pasar Indonesia untuk melakukan penguatan pada aspek yang dinilai masih perlu ditingkatkan, terutama transparansi struktur kepemilikan saham.
Dalam komunikasinya, MSCI menggunakan istilah “shareholders opacity” untuk menggambarkan tantangan utama yang dirasakan investor global.
Investor membutuhkan kejelasan yang lebih kuat mengenai siapa pemegang saham sesungguhnya, seberapa terkonsentrasi kepemilikan, bagaimana struktur pengendalian, serta bagaimana kualitas tata kelola yang menyertainya.
“Ketika informasi tersebut belum sepenuhnya dapat diakses secara konsisten dan komprehensif, persepsi risiko meningkat, meskipun secara fundamental banyak emiten Indonesia memiliki kinerja yang solid dan prospek yang menarik,” ujar David.
Sejak Oktober 2025, MSCI telah berkonsultasi dengan pelaku pasar terkait kemungkinan penggunaan Monthly Holding Composition Report yang dipublikasikan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai referensi tambahan dalam perhitungan free float.
Hasil konsultasi menunjukkan bahwa pasar global mengharapkan adanya penguatan lebih lanjut dalam kualitas, konsistensi, dan kredibilitas data struktur kepemilikan.
“Ini dapat dipahami sebagai dorongan agar infrastruktur informasi pasar Indonesia terus berkembang mengikuti standar internasional yang semakin tinggi,” kata David.
Pada Rabu (28/1) pagi, IHSG dibuka melemah 597,75 poin atau 6,66 persen ke posisi 8.382,48. Data penutupan perdagangan sesi I pada hari ini, IHSG ditutup melemah 659,01 poin atau 7,34 persen ke posisi 8.321.
Selanjutnya pada perdagangan sesi II hari ini pukul 13.43 WIB di Jakarta, IHSG tercatat melemah 718,44 poin atau 8,00 persen ke posisi 8.261,78.
BEI pun menghentikan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan pada pukul 13.43 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), setelah penurunan IHSG yang mencapai 8 persen. Perdagangan dilanjutkan sekitar pukul 14:13.00 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.
Baca juga: IHSG hari ini Rabu pagi melemah imbas MSCI "hold" sementara rebalancing indeks saham RI
Baca juga: IHSG hari Rabu pagi dibuka melemah 597,75 poin Rabu ini
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Analis: Koreksi IHSG imbas MSCI soroti kekhawatiran struktural pasar
Editor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026