Perum Bulog Cabang Cianjur, Jawa Barat, menjamin stok beras, yang tercatat saat ini sekitar 18 ribu ton, aman memenuhi kebutuhan masyarakat sampai awal 2026.

Wakil Kepala Cabang Bulog Cianjur Jajang Nurohman di Cianjur, Jabar, Rabu, mengatakan stok, yang melimpah membuat pihaknya menyewa gudang penyimpanan agar belasan ribu ton beras itu dapat menjamin ketersediaan hingga beberapa bulan ke depan.

"Bulog harus menyewa gudang tambahan karena kapasitas dua gudang induk di Cianjur hanya dapat menampung sekitar 4 ribu ton, sehingga belasan ribu ton beras disimpan di gudang sewaan untuk menjaga kualitas dan distribusi," katanya.

Tidak hanya menjaga stok beras di tiga wilayah distribusi, pihaknya menyiapkan stok untuk program pemerintah seperti bantuan pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Gerakan Pangan Murah bersama Pemkab Cianjur.

Program bantuan pangan sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah, sedangkan beras SPHP memastikan warga mendapatkan beras dengan harga yang stabil.

"Program bantuan langsung ke masyarakat masih berjalan, ini sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan beras serta menekan kenaikan harga di pasaran," katanya.


Pihaknya mencatat hingga Desember 2025, Bulog Cianjur telah menyerap gabah petani dengan realisasi mencapai 59 ribu ton gabah kering panen (GKP) atau 139 persen dari target pusat sebesar 42 ribu ton.

Dia menjelaskan penyerapan GKP melebihi target berkat kerja sama antara mitra dan para petani.

"Berbagai upaya dilakukan agar target serapan setiap tahunnya terpenuhi bahkan lebih seperti tahun sebelumnya. Kerja sama Bulog, mitra, dan petani akan terus dijalin," katanya.

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025