Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang dan Majalengka, Jabar bekerja sama membangun tata kelola pemerintahan berbasis data atau data-driven government
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Sumedang, Selasa, menyampaikan bahwa era pemerintahan saat ini menuntut setiap kebijakan didasarkan pada fakta yang akurat sehingga membutuhkan kemampuan membaca data.
“Kami percaya masa depan pemerintahan ditentukan oleh kemampuan membaca data dan membuat keputusan secara cepat. Kolaborasi antardaerah menjadi kunci agar transformasi ini berjalan lebih luas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menilai bahwa keberhasilan kebijakan sangat bergantung pada kualitas data yang digunakan sehingga data yang baik akan melahirkan keputusan yang baik pula.
“Good data, good decision, good result. Data yang baik melahirkan keputusan yang baik. Inilah yang kami jalankan melalui konsep data-driven government,” tambahnya.
Data dari Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosanditik) Kabupaten Sumedang menunjukkan bahwa jumlah data yang tersedia di portal pemerintah terus meningkat dari tahun ke tahun. Jumlah data tercatat hanya 64 pada 2020, meningkat drastis menjadi 3.949 pada 2021, 3.883 pada 2022, dan lebih dari 8.000 pada 2023 dan 2024.
Peningkatan merupakan hasil dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), implementasi Satu Data Indonesia (SDI), serta pengembangan portal data terpadu.
Meski demikian, jumlah data yang dapat diakses secara terbuka (open data) mengalami fluktuasi. Open data meningkat dari 0 pada 2020 menjadi 3.949 pada 2021, sedikit menurun menjadi 3.883 pada 2022, kemudian turun drastis menjadi 273 pada 2023 dan 129 pada 2024.
Penurunan ini disebabkan keterbatasan SDM dalam pengelolaan portal serta proses pemilahan data yang dipublikasikan, sehingga akses publik terhadap data terbuka belum optimal.
Sementara itu, Bupati Majalengka Herman Suherman menilai Sumedang sebagai salah satu laboratorium tata kelola digital paling berhasil di daerah. sehingga pihaknya ingin memperkuat kapasitas digital daerah, terutama seiring berkembangnya kawasan strategis seperti BIJB Kertajati, Aerocity, dan kawasan industri baru.
“Kami datang bukan hanya untuk belajar, tetapi membangun kemitraan yang saling menguatkan. Pemerintahan berbasis data hanya akan berhasil jika kita membuka kolaborasi,” pungkasnya.
Editor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025