Pemerintah Kabupaten Sumedang mendorong kolaborasi antara program Starbak (Satu Hektar Buruh Tani Bangkit), Koperasi Digital Merah Putih (KDMP), dan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan efisiensi program sekaligus memperkuat rantai pasok pangan lokal.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Sumedang, Senin, menyampaikan bahwa program Starbak memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara terintegrasi.

“Saya meminta program Starbak bisa lebih dimasifkan kembali dan dikaitkan dengan kebutuhan pasar. Misalnya, petani Starbak dapat menanam sayuran yang dibutuhkan dapur-dapur MBG, kemudian disalurkan melalui KDMP,” ujarnya.

Ia menambahkan integrasi ketiga program tersebut diyakini dapat membantu menggerakkan perekonomian lokal secara berkelanjutan.

Terlebih Pemkab Sumedang kini tengah mempercepat pembangunan KDMP, tercatat 39 titik sudah dikerjakan sebagai langkah menuju target penyediaan KDMP di 270 desa dan tujuh kelurahan di tahun ini.

Dony menyebut Starbak bukan hanya upaya pemberdayaan buruh tani, tetapi juga sarana membangun rantai ekonomi baru di tingkat daerah.

Dengan sistem pasokan yang tersambung ke KDMP dan MBG, hasil produksi petani dapat terserap lebih optimal serta membantu menjaga stabilitas pangan dan inflasi.


“Kita ingin memastikan program nasional ini memberi dampak maksimal bagi masyarakat Sumedang. Dengan sinergi ini, kita bukan hanya memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah, tetapi juga menggerakkan ekonomi pedesaan,” tuturnya.

Pemkab Sumedang saat ini tengah menyiapkan mekanisme tata kelola khusus untuk mengintegrasikan Starbak, KDMP, dan dapur MBG dalam satu ekosistem pembangunan yang berkesinambungan.

 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Sumedang padukan Starbak, KDMP, dan MBG guna efisiensi program

Pewarta: Ilham Nugraha

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025