Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, menyasar sejumlah rukun warga (RW) di daerah tersebut untuk mempercepat program penanganan stunting melalui kegiatan sosialisasi gizi dan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada balita serta ibu hamil.
“Kami sudah menyasar RW untuk mempercepat penanganan stunting,” kata Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati saat dikonfirmasi di Cirebon, Minggu.
Ia mengatakan pemerintah daerah sudah merealisasikan program tersebut dengan mengadakan kegiatan di RW 09 Situgangga, Kelurahan Karyamulya, Kota Cirebon.
Menurut dia, kegiatan ini menyasar sebanyak 49 keluarga dengan balita stunting dan enam ibu hamil yang memiliki kondisi Kurang Energi Kronis (KEK) sebagai penerima manfaat.
Sebelumnya, kata Siti, pemerintah daerah telah menyiapkan paket bantuan yang dipilih berdasarkan kandungan gizi tinggi hasil koordinasi dengan tim khusus, terutama protein hewani dari telur dan lele.
“Kami pun menyerahkan bantuan berupa telur, ikan lele, serta minyak goreng kepada warga penerima manfaat,” katanya.
Ia mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari gerakan sosial bersama warga, termasuk Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Karyamulya yang dinilai aktif dalam penanggulangan stunting.
Ia menyebutkan penanganan stunting sudah menjadi agenda prioritas, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cirebon 2025-2029.
Pada 2025, kata dia, pemerintah daerah menargetkan angka stunting turun dari 14,9 persen menjadi maksimal 13,95 persen.
Siti menuturkan upaya ini dilakukan dengan berbagai program seperti PMT, gerakan One Day One Egg, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) untuk remaja, hingga gerakan orang tua asuh.
Ia mengatakan program itu rencananya diperluas ke wilayah Majasem, Kota Cirebon dengan melibatkan donatur untuk memperluas jangkauan bantuan.
“Saat ini kami bergerak di tiga titik termasuk Majasem, dan masih ada enam RW lagi yang akan disasar,” katanya.
Ia menyampaikan edukasi gizi seimbang merupakan langkah pencegahan jangka panjang, agar generasi muda lebih siap dalam menghadapi masa kehamilan dan tumbuh kembang anak.
“Kami yakin kolaborasi dari semua pihak, mulai dari remaja hingga keluarga muda, dapat mempercepat penurunan stunting dan mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas,” ucap dia.
Editor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025