Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar edukasi sejumlah guru perwakilan setiap sekolah di Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk meningkatkan pemahaman agar bisa memanfaatkan teknologi digital sebagai langkah kesiapan menghadapi perkembangan zaman.

"Ini program baru untuk guru yang mensyaratkan guru ke pembelajaran itu (teknologi digital)," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Garut Asep Wawan saat menghadiri lokakarya peningkatan kapasitas guru dalam pemanfaatan teknologi digital melalui pembelajaran coding dan kecerdasan buatan yang digelar Kemendikdasmen di Cipanas Garut, Kamis.

Ia menuturkan pemerintah pusat saat ini terus berupaya menjalankan sistem pembelajaran berbasis teknologi digital bagi para guru, termasuk saat ini digelar untuk para guru di Kabupaten Garut.

Kegiatan tersebut, kata dia, penting untuk diikuti oleh guru agar memiliki pemahaman baru sehingga mulai melangkah lebih maju untuk menerapkan kehadiran teknologi digital di dunia pendidikan.

Ia menyebutkan di Kabupaten Garut terdapat 15 ribuan guru status PNS, PPPK, maupun honorer, tingkat SD dan SMP yang sudah harus memanfaatkan teknologi digital melalui pembelajaran coding dan kecerdasan buatan.

"Ini program pemerintah pusat ya, kita harus menjalankannya," kata Asep.

Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah yang hadir sebagai pemateri di acara tersebut mengatakan kegiatan yang digelar Kemendikdasmen sebagai mitra Komisi X DPR itu merupakan langkah yang tepat untuk memberikan pemahaman awal bagi guru di Garut.


Menurut dia, Kemendikdasmen telah menjalankan program pembelajaran teknologi digital melalui pembelajaran coding dan kecerdasan buatan secara bertahap dengan sasaran guru berbagai tingkatan.

"Tahap awal sebelum nanti secara teknis pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial, kita berikan pemahaman dulu tentang kemajuan teknologi saat ini," katanya.

Ia mengatakan pendidikan berbasis teknologi merupakan hal penting yang harus dipahami dan diterapkan oleh guru kepada anak didiknya untuk menghadapi kemajuan zaman.

Ia berharap guru yang mengikuti kegiatan saat ini mendapatkan pemahaman tentang teknologi digital, untuk selanjutnya dapat mengembangkan diri, lalu ilmunya diberikan kepada siswanya di sekolah.

"Berawal dari guru supaya bisa menggerakkan dan mengimplementasikan kepada siswanya. Untuk itu guru harus punya semangat belajar dan mau maju cepat, siapa cepat dia dapat, yang lemot tertinggal," katanya.

Baca juga: Satpol PP Garut membongkar bangunan liar di 32 lokasi fasilitas umum

Baca juga: DPRD Garut sebut 13 kecamatan wajib kembalikan uang negara Rp2,1 miliar

Baca juga: Garut Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi hingga 31 Agustus

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025