Antarajabar.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Zulkifli Hassan menekankan perlunya  semua elemen bangsa Indonesia untuk membangun kepercayaan bagi rakyat untuk bisa bangkit dan menjadi bangsa yang besar.

"Kepercayaan atau trust harus dibangun oleh semua elemen bangsa ini. Tak hanya oleh pejabat, pemerintah, lembaga atau institusi tapi oleh seluruh rakyat Indonesia untuk bisa segera bangkit dan menjadi negara yang besar," kata Zulkifli Hassan saat memberikan materi  pelatihan bela negara dan pembangunan  karakter di kampus Politeknik Manufactur (Polman) Kota Bandung, Selasa.

Ia menyatakan, kepercayaan harus dibangun bersama dalam bingkai kebersamaan dan dijiwai oleh empat pilar warisan besar bangsa Indonesia yakni, Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

Menurut dia, masyarakat Indonesia khususnya generasi muda harus tahu dan sadar potensi bangsa ini yang begitu besar karena memiliki nilai-nilai luhur yang diakui oleh seluruh Indonesia bahkan dunia.

"Masyarakat, generasi muda, para pelajar dan mahasiswa harus tahu dan sadar bahwa nilai besar bangsa Indonesia itu merupakan kekuatan yang harus dipahami dan dihayati. Sayangnya saat ini Pancasila dan UUD 1945 hafal di luar kepala namun tidak sepenuhnya diaplikasikan dalam kehidupan," katanya.

Ia mencontohkan, salah satunya nilai musyawarah untuk mufakat yang tidak lagi menjadi pilihan sehingga dalam penyelesaian permasalahan kerap dilakukan di luar karakter demokrasi dan musyawarah untuk mufakat.

"Padahal sekecil apapun pendapat harus diakomodasikan, sekecil apapun harus dimasukan dalam keterwakilan," katanya.

Ia berharap generasi muda tidak gagal memahami nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sehingga terhindari dari generasi 'gagal paham' atas semua nilai yang sebenarnya bisa menjadi panduan dan menyelamatkan bangsa ini.

"Saya masih optimistis generasi muda Indonesia tidak akan gagal paham atas persoalan bangsa dan nilai luhur negeri ini. Dan saya berharap kalangan kampus tetap menjadi bagian untuk pembangunan karakter dan mewariskan budaya intelektual dengan berlandaskan empat pilar bangsa Indonesia," kata Zulkifli.

Lebih lanjut ia menegaskan, Kemerdekaan RI yang telah berusia 71 tahun dan diawali dengan perjuangan pengakuan yang tidak ringan, harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk melanjutkan masa depan negeri ini ke arah yang lebih baik.

"Kita sudah 71 tahun merdeka, idelanya telah memiliki pemikiran dan pemahaman yang matang atas negeri ini. Jangan sampai kita terbelenggu oleh hal-hal yang justeru membawa kemunduran bagi republik ini,"katanya.

Ia mengkritisi adanya berbagai dualisme dan perpecahan pandangan baik di partai, organisasi dan isnstitusi yang memiliki sejarah panjang dan mapan, yang justeru tercerai berai pada usia yang seharusnya sudah matang.

"Ada perpecahan di organisasi itu karena mereka melupakan semangat musyawarah untuk mufakat dan mementingkan kepentingan golongan. Bila kembali kemarwah musyawarah untuk mufakat maka semuanya akan terselesaikan," katanya.

Pada kesempatan itu, Zulkifli menegaskan dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika semua warga negara berhak atas haknya serta bisa berkarya sesuai dengan potensinya.

Selain Zulkifli Hassan, tapil juga sebagai pemateri pada kegiatan pelatihan bela negara dan pembangunan karakter itu Direktur Pembelajaran Dirjen Pembelajaran dan kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Dr Paristiyanti Nurwandani.

Pelatihan itu diikuti sekitar 700-an mahasiswa Politeknin Manufactur Bandung, Univeritas Universitas Ahmad Yani serta staf pimpinan kedua perguruan tinggi itu.

Pewarta:

Editor : Sapto HP


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2016