Anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta pihak kepolisian mengusut kasus dugaan eksploitasi dan kekerasan yang dialami oleh sejumlah mantan pemain sirkus, yang diduga telah berlangsung sekian tahun lamanya.

Menurut dia, Mabes Polri perlu memeriksa Taman Safari Indonesia, yang menjadi tempat para pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) itu tampil, guna mengetahui kebenaran kasus tersebut.

"Jangan ada yang ditutup-tutupi. Taman Safari harus terbuka agar kasus itu semakin terang. Apalagi kekerasan itu sudah berlangsung bertahun-tahun. Ini tidak boleh dibiarkan," kata Abdullah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Selain Taman Safari, kata dia, polisi juga bisa memeriksa pihak-pihak terkait yang terlibat dalam pengelolaan sirkus, serta sejumlah mantan pemain sirkus yang mengaku menjadi korban kekerasan dan eksploitasi.

Dia meminta pihak kepolisian mengusut kasus tersebut secara tuntas, sebab penanganan kasus tersebut sebelumnya pernah dihentikan.


"Polisi harus membongkar kasus itu secara terang. Proses penyelidikan harus dilakukan secara profesional dan transparan," ujarnya.

Dia menegaskan pula bahwa pelaku kejahatan yang terbukti melakukan kekerasan dan eksploitasi itu harus dijerat pidana dan dijatuhi hukuman berat, serta mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dia pun menyatakan keprihatinannya dengan kisah pilu yang disampaikan sejumlah mantan pemain sirkus OCI saat mengadu ke kantor Kementerian HAM, Jakarta, Selasa (15/4).

"Kejahatan itu tidak boleh dibiarkan. Jangan ada eksploitasi dan kekerasan terhadap para pekerja. Itu jelas melanggar hukum," ucap dia.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Anggota DPR minta polisi usut kasus dugaan eksploitasi pemain sirkus

Pewarta: Melalusa Susthira Khalida

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025