Antarajawabarat.com, 8/7 - Pemerintah Kota Cimahi, Jawa Barat, mempriortaskan kaidah lingkungan dalam pembangunan kawasan "Techno Park" yang merupakan program pemerintah pusat di lapangan Krida kantor Kecamatan Cimahi Selatan.

"Kami sadar bahwa pembangunan kawasan Cimahi 'Techno Park' yang mengambil lokasi di lapangan Krida ini harus tetap berpedoman terhadap kaidah-kaidah lingkungan hidup yang berlaku," kata Wali Kota Cimahi Atty Suharti di Cimahi, Rabu.

Ia menjelaskan, konsep mengedepankan lingkungan tersebut yaitu dari seluruh total luas lapangan Krida hanya 30 persen yang akan dibangun menjadi sarana-prasarana fisik.

Sedangkan sebesar 70 persen sisanya, lanjut dia, akan digunakan sebagai ruang terbuka hijau agar kelestarian lingkungan hidup tetap terjaga dengan baik.

"Disamping itu, tentu masih banyak aspek teknis yang perlu dijelaskan kepada seluruh pemangku kepentingan terkait, khususnya masyarakat di Cimahi Selatan," katanya.

Ia menuturkan, pembangunan "Techno Park" di Kota Cimahi itu merupakan pilihan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam program pengembangan 100 Sains dan Teknologi Indonesia.

Ia berharap program pemerintah pusat tersebut dapat terwujud dengan baik dalam mendorong pengembangan teknologi di Indonesia.

"Program pengembangan 'Techno Park' Kota Cimahi dapat menjadi 'success story' dan bisa dijadikan acuan bagi daerah-daerah lain yang akan mengembangkan technopark," katanya.

Menurut dia, pengembangan kawasan "Techno Park" di Cimahi akan menjadi sejarah baru dalam memasuki era kegiatan perekonomian yang ditopang dengan penggunaan teknologi berbasiskan potensi lokal.

"Nantinya di dalam kawasan 'Techno Park' ini akan dibangun berbagai pusat kegiatan ekonomi berbasis TIK yang terintegrasi sehingga dapat memberikan nilai tambah yang optimal terhadap pertumbuhan ekonomi kota," katanya. ***4***

Feri P

Pewarta:

Editor : Irawan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2015