Antarajawabarat.com, 12/2 - Pemerintah Kota Cimahi, Jawa Barat, segera menggiatkan kembali kegiatan Jumat Bersih kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberantas sarang nyamuk guna mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue.
"Kami akan galakkan kembali jumsih, dengan kegiatan jumsih bisa mencegah perkembangbiakan nyamuk yang menjadi penyebab DBD," kata Wali Kota Cimahi Atty Suharti kepada wartawan di Cimahi, Rabu.
Ia menuturkan sebelumnya warga Kota Cimahi rajin kerja bakti membersihkan lingkungan seperti kegiatan jumsih, namun sekarang terlihat jarang dilakukan.
Menurut dia, kebersihan lingkungan dapat dilakukan seperti menguras bak mandi, mengubur barang bekas agar tidak menjadi tempat air menampung yang menjadi penyebab berkembang biaknya nyamuk.
"Munculnya DBD karena banyaknya air tergenang, karena kebiasaan menguras bak sudah jarang dilakukan, juga barang tak terpakai dibiarkan menampung air," katanya.
Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, maka Atty menyatakan siap terjun kembali ke lapangan memberikan pemahanan polah hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat.
Selain itu, Atty akan mengintruksikan langsung kepada Dinas Kesehatan Kota Cimahi untuk meningkatkan sosialisasi PHBS, termasuk dinas terkait lainnya untuk memberikan pembinan kepada masyarakat.
"Program yang dijalankan yaitu gerakan pemberantasan sarang nyamuk. Ini bukan hanya mencegah DBD tapi menjauhkan juga dari penyakit lainnya," kata Atty.
Dinas Kesehatan Kota Cimahi mencatat kasus DBD pada Januari 2015 sebanyak 60 orang atau Jumlah ini meningkat dari Desember 2014 yan berjumlah 46 orang.
Kasus DBD di awal tahun 2015 dilaporkan tidak ada korban jiwa, sedangkan kasus DBD tahun 2014 tercatat meninggal dunia satu orang.***4***
Feri P
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2015
"Kami akan galakkan kembali jumsih, dengan kegiatan jumsih bisa mencegah perkembangbiakan nyamuk yang menjadi penyebab DBD," kata Wali Kota Cimahi Atty Suharti kepada wartawan di Cimahi, Rabu.
Ia menuturkan sebelumnya warga Kota Cimahi rajin kerja bakti membersihkan lingkungan seperti kegiatan jumsih, namun sekarang terlihat jarang dilakukan.
Menurut dia, kebersihan lingkungan dapat dilakukan seperti menguras bak mandi, mengubur barang bekas agar tidak menjadi tempat air menampung yang menjadi penyebab berkembang biaknya nyamuk.
"Munculnya DBD karena banyaknya air tergenang, karena kebiasaan menguras bak sudah jarang dilakukan, juga barang tak terpakai dibiarkan menampung air," katanya.
Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, maka Atty menyatakan siap terjun kembali ke lapangan memberikan pemahanan polah hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat.
Selain itu, Atty akan mengintruksikan langsung kepada Dinas Kesehatan Kota Cimahi untuk meningkatkan sosialisasi PHBS, termasuk dinas terkait lainnya untuk memberikan pembinan kepada masyarakat.
"Program yang dijalankan yaitu gerakan pemberantasan sarang nyamuk. Ini bukan hanya mencegah DBD tapi menjauhkan juga dari penyakit lainnya," kata Atty.
Dinas Kesehatan Kota Cimahi mencatat kasus DBD pada Januari 2015 sebanyak 60 orang atau Jumlah ini meningkat dari Desember 2014 yan berjumlah 46 orang.
Kasus DBD di awal tahun 2015 dilaporkan tidak ada korban jiwa, sedangkan kasus DBD tahun 2014 tercatat meninggal dunia satu orang.***4***
Feri P
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2015